Breaking News:

Berita Kudus

KIHT Membantu Mudahkan Akses Kerjasama Perusahaan Rokok Kecil di Kudus

Sejak tahun 2010 yang lalu, Pabrik Rokok (PR) Rajan Nabadi telah menempati Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT).

Penulis: raka f pujangga | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Produksi rokok Pabrik Rokok (PR) Rajan Nabadi di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sejak tahun 2010 yang lalu, Pabrik Rokok (PR) Rajan Nabadi telah menempati Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT).

Perusahaan kecil itu terus berkembang, dari semula mempekerjakan enam orang kini karyawannya telah mencapai 190 orang.

Pemilik PR Rajan Nabadi, Sutrisno menceritakan, perusahaannya terus berkembang dari tahun ke tahun.

Jumlah produksi yang terus meningkat, membuatnya harus menambah jumlah tenaga kerja.

"Dulu cuma enam, sekarang sekitar 190 orang pegawainya. Karena selama di sini kami selalu dibantu," ujarnya.

Adapun bantuan yang membuatnya terus berkembang adalah mendapatkan akses petani tembakau.

Jika sebelumnya, bahan baku tembakau diperoleh dari tengkulak.

Lewat KIHT, dia bisa memperoleh tembakau langsung dari petani yang harganya lebih terjangkau.

Akses itu diperolehnya saat ada tamu dari daerah lain yang meninjau KIHT, membawa tembakau hasil bumi dari sana.

"Misalnya waktu itu ada yang datang dari Bojonegoro menawarkan‎ tembakau, sekarang mereka jadi mitra kami. Jadi kami dapat bahan baku itu langsung dari petani," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved