Breaking News:

Berita Otomotif

BURUAN! Harga Mobil LCGC bakal Naik? Ini Aturan Baru PPnBM yang Potensial Tekan Penjualan

Mulai 16 Oktober 2021, pemerintah akan menetapkan aturan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) terbaru

Tribun Timur/Muhammad Abdiwan
Pengunjung memadati stan mobil pada pembukaan International Indonesia Motor Show (IIMS) 2013 di JIExpo Kemayoran, Jakpus, Kamis (19/9/2013). Pada pameran tersebut hampir semua Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mengeluarkan mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) yang dijual rata-rata di bawah Rp 100 juta. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Mulai 16 Oktober 2021, pemerintah akan menetapkan aturan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) terbaru, yang akan didasarkan pada emisi gas buang.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 73 tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah, pasal 25, menyebut, LCGC akan dikenakan tarif PPnBM sebesar 15 persen, dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sebesar 20 persen dari harga jual.

Secara otomatis, aturan itu akan membuat mobil yang masuk ke kategori Low Cost Green Car (LCGC) dikenakan tarif sebesar 3 persen.

Sehingga, mobil yang banyak diminati masyarakat perkotaan itu akan mengalami kenaikan harga, dan berpotensi menekan penjualan.

Di Indonesia, tercatat ada delapan mobil yang masuk ke segmen LCGC, meliputi Daihatsu Ayla dan Sigra, Honda Brio Satya, Toyota Agya dan Calya, Suzuki Karimun Wagon R, serta Datsun GO dan GO+.

Berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Juli 2021, segmen LCGC mengalami penurunan penjualan cukup dalam, yakni hingga 24 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, atau dari 10.276 unit menjadi 8.283 unit.

Pengenaan pajak 3 persen untuk produk LCGC itu bisa diprediksi akan membuat pasarnya semakin lesu, terlebih saat segmen SUV tengah mendapat minat yang tinggi dari masyarakat.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan segala hal untuk menerapkan aturan terbaru tersebut. "Kondisi sedang dalam persiapan," katanya, saat dikonfirmasi Tribun, akhir pekan lalu.

Tumbuh

Diketahui, Toyota memiliki LCGC berupa Agya dan Calya. Selama ini, produk LCGC buatan Toyota terus mengalami pertumbuhan yang cukup positif, terlebih di 2021. Secara total, Agya dan Calya hingga Agustus 2021 menyumbang 34.685 unit wholesales, meningkat 64 persen dari periode yang sama tahun lalu, di angka 21.185.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved