Breaking News:

Berita Karanganyar

Damkar Satpol PP Karanganyar Imbau Masyarakat Waspadai Peningkatan Suhu

Damkar Satpol PP Karanganyar mengimbau kepada masyarakat supaya mewaspadai peningkatan suhu.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
Dok. Damkar Satpol PP Karanganyar
Lahan kosong yang terbakar di wilayah Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Damkar Satpol PP Karanganyar mengimbau kepada masyarakat supaya mewaspadai peningkatan suhu guna mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunjateng.com, tercatat mulai dari Juni hingga September 2021 ada 32 kasus kebakaran di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Karanganyar, Renggo Buono menyampaikan, petugas telah diminta supaya tetap waspada manakala ada kejadian kebakaran seiring meningkatnya suhu udara akhir-akhir ini.

"Kebakaran bulan-bulan ini kebanyakan lahan kosong. Barongan dan membersihkan sampah," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (20/9/2021).

Kebakaran yang melanda lahan kosong kebanyakan terjadi di wilayah barat seperti Kecamatan Colomadu dan Gondangrejo. Selain lahan kosong, ada juga kebakaran yang melanda rumah warga. Dia menuturkan, faktor penyebab kebakaran di rumah warga dikarenakan adanya korsleting listrik.

Sementara ini belum ada kasus kebakaran dikarenakan faktor alam seiring meningkatnya suhu udara belakangan ini.

Di sisi lain, kemarau kali ini hampir sama dengan tahun lalu karena beberapa kali beberapa daerah turun hujan.

"Masyarakat tetap diimbau waspada karena banyak warga yang masih membakar sampah. Kalau membakar sampah ditunggu atau bisa koordinasi dengan Damkar. Sehingga kalau ada apa-apa bisa langsung ditanggulangi," jelasnya.

Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng mengingatkan kepada masyarakat akan terjadi peningkatan suhu secara dalam kurun dua bulan terakhir.

Kasi Data dan Informasi BMKG Jateng, Lis Widya Harmoko mengatakan, adanya peningkatan suhu terjadi karena fenomena menjelang peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan.

Dia menjelaskan, suhu saat ini di wilayah Jateng berkisar 34 hingga 36 derajat celcius. Akan tetapi suhu berpotensi meningkat pada Oktober 2021.

"Ini hal normal. Puncaknya nanti Oktober 2021. Masyarakat tidak perlu khawatir," ungkapnya.

Masyarakat diimbau supaya menjaga kondisi tubuh karena adanya peningkatan suhu. Dia menerangkan, kemarau tahun ini istilahnya kemarau basah. Mengingat beberapa wilayah di Jateng sudah diguyur hujan.

"Jaga tubuh, banyak minum air putih antisipasi dehidrasi dan makan makanan bergizi kalau perlu tambah suplemen vitamin," terang Lis. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved