Breaking News:

KKN IAIN Kudus

KKN IAIN Kudus Adakan Sekolah Moderasi Agama di Loram Wetan

Sekolah moderasi beragama merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dosen dan mahasiswa KKN IK IAIN Kudus Desa Loram Wetan.

Editor: abduh imanulhaq
KKN IAIN KUDUS
Sekolah moderasi beragama yang dilaksanakan dosen dan mahasiswa KKN IK IAIN Kudus di Desa Loram Wetan. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sekolah moderasi beragama merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dosen dan mahasiswa KKN IK IAIN Kudus Desa Loram Wetan.

Mengusung tema "Kebersamaan dalam Perbedaan" acara ini digelar di gedung balai desa, Selasa (14/9/2021).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan SD dan MI yang terletak di Desa Loram Wetan.

Acara yang diikuti siswa/i SD/MI kelas 5 dan 6 ini diawali pengenalan tentang posisi sebagai warga negara Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa.

Para peserta diperlihatkan kerukunan antar pemeluk Islam kemudian kerukunan antar agama dalam bentuk gambar.

Karena mahasiswa KKN-IK dari PTKIN dan semua peserta beragama Islam, ditambahkan juga penguatan tentang keragaman sebagaimana dalam QS Al Hujurat 13 dengan menekankan konsep lita'arafu.

Irzum Farihah, S.Ag., M.Si. selaku DPL KKN IK IAIN Kudus Desa Loram Wetan menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Irzum menyampaikan ajaran agama menekankan kita untuk tetap bisa "rukun" dengan siapa pun, sebagai wujud hablum minannas.

"Ajaran agama sendiri membagi ukhuwah menjadi 3, yaitu Islamiah, Insaniyah, dan Wathoniyah. Nilai-nilai ajaran Islam ini menjadi penguat kita sebagai manusia harus saling mengenal, menyayangi, dan mengasihi," jelasnya.

Sekolah moderasi ini akan digelar 3 sesi.

Di sesi selanjutnya, para peserta akan diberi tugas bermain peran yang menceritakan bagaimana mereka hidup berdampingan di antara orang-orang yang berbeda.

Metode yang digunakan adalah metode sosiodrama dan akan didemonstrasikan pada sekolah sesi ke-3.

"Metode sosiodrama akan diperankan anak-anak itu sendiri. Jadi anak-anak tidak hanya mendengar tapi juga bisa merefleksikan dan kemudian membayangkan dan merefleksikan bagaimana moderasi beragama," terangnya.

Irzum menambahkan 3 sesi tersebut akan diikuti oleh peserta yang sama agar berkesinambungan.

Jadi anak-anak betul-betul tahu materi tentang moderasi ini. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved