Breaking News:

Berita Semarang

Polda Jateng akan Terapkan Anggota dan Pengunjung Wajib Scan Barcode Melalui Aplikasi PeduliLindungi

Polda Jateng akan berlakukan scan barcode PeduliLindungi bagi seluruh anggota dan tamu yang ke Mapolda.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Ilustrasi. Seorang pria menunjukkan barcode aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk hotel, Selasa (14/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polda Jateng akan berlakukan scan barcode PeduliLindungi bagi seluruh anggota dan tamu yang berkunjung ke Mapolda.

Kabid Humas Polda Jateng, M Iqbal Alqudusy mengatakan adanya pemberlakuan scan barcode, anggota dan tamu wajib memiliki aplikasi pedulilindungi.

Kebijakan tersebut sebagai upaya  mendukung pemerintah dalam penerapan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

"Seperti kita saat akan masuk mall, kita lebih dulu wajib scan barcode yang ada pada aplikasi PeduliLindungi. Hal tersebut merupakan implementasi Inmendagri," jelasnya, Minggu (19/9/2021).

Menurutnya,  kebijakan  tersebut tidak cuma berlaku di mal saja. Kebijakan scan barcode pedulilindungk berlaku  di semua fasilitas yang sering dikunjungi masyarakat atau pemusatan massa.

"Oleh sebab itu, Polda Jateng melakukan aksi proaktif untuk mendukung implementasi Instruksi Mendagri Nomor 42 Tahun 2021 dengan mewajibkan scan barcode pada aplikasi PeduliLindungi bagi seluruh anggota dan tamu," jelas dia.

Dikatakannya, kewajiban menunjukkan aplikasi peduli lindungi dan scan barcode bagi tamu dan anggota, mempermudah proses tracing.

Selain itu petugas bisa melihat riwayat vaksinasi para tamu dan anggota.

"Pada setiap sektor mapolda yang ditentukan akan ada barcode Pedulilindungi dan nanti provos yang mengawasi," jelas dia.

Menurut Iqbal, Polda Jateng beserta instansi terkait terus berupaya untuk menekan penyebaran covid 19 di Jateng. Seluruh jajaran didorong untuk aktif dalam proses tracking, tracing dan treatment.

"Berbagai inovasi kegiatan vaksinasi juga sudah dilaksanakan. Termasuk  membuka peluang kerjasama dengan ormas serta kompartemen masyarakat untuk pengadaan vaksinasi massal maupun door to door," tuturnya.

Ia mengatakan, inovasi tesebut  dilakukan agar target vaksinasi untuk mencapai herd immunity  seluruh warga Jateng dapat segera tercapai.

"Dari data terakhir, 8,7 juta warga Jateng tercatat sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Saat ini masih sebesar 30 persen  dari target pemerintah sebanyak 28,2 juta warga," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved