Chelsea
Terbukti Lagi Kecerdasan Thomas Tuchel, Libatkan Kante dalam Kemenangan Chelsea Melawan Tottenham
Terbukti Lagi Kecerdasan Thomas Tuchel, Libatkan Kante dalam Kemenangan Chelsea Melawan Tottenham
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: abduh imanulhaq
Terbukti Lagi Kecerdasan Thomas Tuchel, Libatkan Kante dalam Kemenangan Chelsea Melawan Tottenham
TRIBUNJATENG.COM - Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel memang dikenal sebagai sosok jenius.
Ia kerap memberikan perlawanan sengit kepada lawan-lawannya.
Seperti saat memenangkan duel melawan Manchester City di final Liga Champions musim lalu.
Juga menahan imbang Liverpool di Liga Inggris beberapa pekan lalu, meski The Blues bermain dengan 10 orang.
Baca juga: Jadwal Liga Champion, AC Milan Vs Atletico Madrid, PSG Vs Manchester City dan Juventus Vs Chelsea
Baca juga: Hasil MotoGP San Marino 2021, Bagnaia Naik Podium Lagi, Rossi Masih Finis di Buntut
Baca juga: Hasil Lengkap, Klasemen dan Top Skor La Liga Spanyol, Epic Come Back Real Madrid di Markas Kelelawar
Baca juga: Hasil Lengkap dan Klasemen BRI Liga 1 2021, PSIS Semarang Dipepet Bali, Persib dan Bhayangkara
Thomas Tuchel kembali menunjukkan kejeniusannya saat Chelsea bertandang ke markas Tottenham di Liga Inggris.
Duel bertajuk Derby London itu dimenangkan Chelsea dengan skor telak 0-3.
Terlepas dari kondisi Tottenham yang dilanda badai cedera, kejeniusan Tuchel juga memainkan peran dalam kemenangan klubnya kali ini.
Kali ini, pelatih asal Jerman itu melibatkan N Golo Kante dalam taktinya
Pemain asal Perancis itu juga mencatatkan namanya di papan skor kemenangan Chelsea.
Jika berkaca pada penampilan di babak pertama, Tottenham-lah yang sepatutnya lebih pantas keluar sebagai pemenang.
Namun, satu keputusan penting Thomas Tuchel di awal babak kedua mengubah segalanya.
Tuchel memutuskan untuk memasukkan seorang N'Golo Kante di menit ke-46.
Pemain asal Prancis itu tidak masuk untuk menggantikan salah satu dari dua gelandang bertahan yang sudah ada.
Justru, pemain berusia 30 tahun itu masuk untuk menggantikan Mason Mount yang notabene berposisi gelandang serang.
Menurut Independent, Chelsea lantas bermain dengan formas 3-5-2 di babak kedua.
N'Golo Kante menjadi poros permainan tim di lini tengah.
Ia berperan sebagai gelandang box-to-box, alih-alih memainkan peran posisi nomor 10.
Keahlian Kante untuk melakukan tekanan juga berbuah manis.
Para pemain Spurs tak bisa lagi leluasa memainkan bola, bahkan di daerah pertahanan mereka.
Kehadiran Kante membuat The Blues langsung menerapkan pressing tinggi di daerah pertahanan lawan.
Dampak instan perubahan taktik itu langsung terasa pada menit ke-49.
Skema sepak pojok yang didapat berhasil dituntaskan Thiago Silva.
N'Golo Kante benar-benar mengambil peran besar dalam gol kedua The Blues.
Ia melepas sepakan dari jarak sekira 20 meter yang ditujukan langsung ke arah gawang.
Dalam prosesnya, bola membentur pemain Spurs, Eric Dier, dan mengubah arah laju bola.
Kiper Hugo Lloris mati langkah lantaran bola bergulir liar ke sisi kiri gawangnya.
Hadiah dari keberanian Thomas Tuchel ditutup oleh gol Antonio Rudiger di menit ke-90+2.
Bek Chelsea, Cesar Azpilicueta membeberkan apa yang dikatan Thomas Tuchel jelang babak kedua.
Sang pelatih ingin agar tim asuhannya bermain lebih baik dan kompak.
"Dia (Tuchel) tidak senang dengan performa kami di babak pertama," ungkap Azpi dikutip dari Metro.
"Meski kami berhasil sampai di kotak penalti lawan, tapi kami tidak bisa menembak ke arah gawang mereka."
"Reaksi kami di babak kedua cukup bagus."
"Kami cukup dewasa untuk mengakui permainan buruk di babak pertama dan memperbaikinya di babak kedua," sambungnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/chelsea-pesta-gol.jpg)