Breaking News:

Berita Batang

APKAI Batang dan Bio Konversi Bangun Demplot Kakao

Pemkab Batang kerja sama Asosiasi Petani Kakao Indonesia atau Apkai peningkatan produksi kakao.

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Asosiasi Petani Kakao Indonesia (APKAI) Kabupaten Batang saat memberikan sosialisasi peningkatan produksi kakao untuk petani, di Ruang Rapat Pabrik Cokelat PT. Pagilaran, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (21/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang bekerja sama dengan PT. Bio Konversi Indonesia memfasilitasi Asosiasi Petani Kakao Indonesia (APKAI) Kabupaten Batang dalam meningkatkan produksi hasil kakao.

Ketua APKAI Kabupaten Batang Zaenal Acheroh mengatakan APKAI ingin membantu petani kakao untuk peningkatan produksi tanaman kakao yang ada di Kabupaten Batang. Karena selama ini produktifitas para petani sangat-sangat merosot.

"Untuk meningkatkan prodyksi kita coba membuat Demplot dalam jangka waktu 6 bulan,” tuturnya saat ditemui di Ruang Rapat Pabrik Cokelat PT. Pagilaran, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (21/9/2021).

Zaenal menjelaskan kegiatan membangun demplot sudah ditentukan di empat desa, diantaranya lahan di Desa Kenconorejo, Desa Kedungsegok, Desa Siwatu dan Desa Brokoh. 

"Untuk luasan lahan sendiri 2 hektar, sementara jika kedepan berhasil kemungkinan akan ditingkatkan ratusan hektar lahan tanaman kakao," ujarnya.

Menurutnya, kendala utama saat ini dalam pemeliharaan tanaman kakao yang kurang intensif, karena petani biasanya harus ada contoh kebun yang baiknya seperti dahulu baru mereka akan mengikuti. 

“Target kita dalam demplot ini paling tidak nanti para petani kakao memproduksi satu hektar bisa memanen satu ton kakao dan juga bisa memenuhi permintaan pabrik cokelat yang ada di Kabupaten Batang

Sementara ini produksi petani masih berkisar kwintalan saja jadi kurang maksimal,” jelasnya.

Dengan peningkatan produksi, dia berharap penghasilan para petani juga akan ikut naik.

"Sementara lahan tanaman kakao di Kabupaten Batang hampir seribu hektar, karena pengalaman kami sejak tahun 1986 adanya program plasma pir kakao oleh Dirjen Perkebunan waktu itu," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur PT. Bio Konversi Indonesia Muhammad Haris mengataka bahwa di Kabupaten Batang dengan adanya pabrik cokelat terbesar di Indonesia ini, produksi kakao dari petani belum maksimal. 

Untuk itu dari bio konversi ingin membantu petani kakao dengan pupuk cair agar menunjang pemeliharaan dan produksi tanaman kakao.

“Dari informasi yang saya dapatkan petani kakao di Kabupaten Batang belum mendapatkan pupuk yang berkualitas, makanya bio konversi mencoba bekerja sama dalam uji coba atau demplot selama 6 bulan kedepan,” ujarnya.
.
Dikatakannya, keunggulan pupuk kami menggunakan bahan organik yang ramah lingkungan dan bebas dari kimia dan kandungan di dalamnya sangat bermanfaat bagi tanah.

“Kami optimis demplot ini akan berhasil karena perkembangan tanaman kakao di Kabupaten Batang sebetulnya sudah sangat baik karena stakeholder sudah ada semua dari lahan ada, petaninya juga ada, tenaga ahlinya pun ada yang bisa membimbing, akademisi juga ada dari UGM, dan yang terakhir pabriknya juga sudah ada," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved