Breaking News:

Berita Jepara

Bupati Jepara Dian Kristiandi Harap Pembahasan Perubahan APBD Tahun 2021 Berjalan Lancar

Bupati Jepara Dian Kristiandi hadiri Rapat Paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN
Bupati Jepara Dian Kristiandi setelah menyampaikan pidato di Rapat Paripurna di DPRD Jepara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bupati Jepara Dian Kristiandi menghadiri Rapat Paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jepara, Senin (20/9/2021).

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Andi menyampaikan, pelaksanaan APBD 2021 telah melewati semester satu, di mana dalam rentanh waktu itu terjadi perubahan-perubahan asumsi yang telah ditetapkan kebijakan umum APBD 2021, yaitu terjadinya pelampauan atau tidak terealisasinya alokasi belanja daerah dan perubahan sumber dan penggunaan pembiayaan daerah.

Menurutnya, pada perubahan tahun anggaran 2021 dilakukan penambahan atau pengurangan anggaran.

"Perubahan dipengaruhi menurunnya pendapatan asli daerah akibat pandemi Covid-19, naiknya pendapatan dana transfer, perubahan belanja pegawai, pemberian tambahan penghasilan pegawai," terang Andi saat menyampaikan paparannya di hadapan anggota dewan.

Lebih lanjut, dia menjabarkan pihaknya mengusulkan program prioritas daerah Kabupaten Jepara 2021 yakni, penyediaan dukungan pendanaan untuk belanja kesehatan penanganan pandemi Covid-19. 

Bentuk dukungan itu, kata Andi, meliputi pelaksanaan vaksinasi, pemantauan dan penanggulangan dampak kesehatan ikutan pasca vaksinasi, distribusi, pengamanan, penyediaan tempat penyimpanan vaksin, dan insentif tenaga kesehatan.

Selain itu juga program prioritas mengalokasikan belanja wajib dana transfer umum.

Andi menuturkan rencana perubahan belanja daerah Kabupaten Jepara Tahun 2021 disusun sesuai dengan kebijakan belanja daerah.

Penyusunan alokasi belanja diarahkan penanganan Covid-19 dan pengamanan daya beli masyarakat dan perekonomian.

Selain itu juga, perubahan alokasi belanja diprioritaskan untuk belanja bidang kesehatan, penyediaan jaring pengaman sosial, penanganan dampak ekonomi terutama dunia usaha.

"Dengan demikian diharapkan berbagai program dan kegiatan yang ada yang sedang dan akan dilaksanakan dapat diselesaikan pada sisa waktu mengejar keterlambatan dan tercapainya kinerja optimal melalui presentsase realisasi anggaran yang maksimal dengan tetap memperhatikan kualitas target kinerja yang ditetapkan.

Dengan perubahan anggaran ini diharapkan dapat menyepurnakan program atau kegiatan yang sudah berjalan maupun yang belum teranggarkan pada APBD penetapan Tahun 2021.

Andi berharap pembahasan nanti lancar dan seceparnya dapat segera disetujui bersama sehingga dapat ditetapkan Perda.

"Kami menyadari nota keuanhan ini masih terdapat berbagai kekuranhan namun saya harapkan akan disempurnakan pada pembahasan selanjutnya," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved