Breaking News:

Berita Semarang

Cegah Klaster Sekolah, Gubernur Minta Persiapan PTM Harus Ada Testing

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta sekolah-sekolah yang menyiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) harus menyertakan testing.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Suasana pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 6 Tegal, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta sekolah-sekolah yang menyiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) harus menyertakan testing.

Itu dilakukan, katanya, untuk mengantisipasi adanya siswa terpapar Covid-19 saat mengikuti PTM di sekolah.

"Sekarang kita minta untuk yang persiapan PTM itu harus disiapkan testingnya. Kalau perlu sekali-kali di-random test," kata Ganjar, dalam rilisnya, Selasa (21/9/2021).

Ganjar menegaskan sekolah yang memang belum siap menyelenggarakan PTM harus jujur. Bila memang belum siap, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendampingi sampai sekolah benar-benar siap.

Baca juga: Pembobol Mesin ATM Indomaret Syuhada Terekam CCTV, Polisi Juga Temukan Sidik Jari Pelaku

Baca juga: Food Truck ACT Hadir di Pati, Relawan Bersama Personel Kodim Bagikan 500 Nasi Kotak pada Masyarakat

Baca juga: Wakil Ketua LDNU Jateng Bangun Aswaja Center, Pusat Pengajian Masyarakat Terbesar di Brebes Selatan

"(Sekolah) yang belum siap, tidak usah mengaku siap. Kalau belum siap kami akan dampingi biar siap," tegasnya.

Permintaan menambahkan testing dalam persiapan PTM dilakukan setelah Ganjar mendapatkan laporan adanya siswa peserta PTM yang terpapar Covid-19.

Terbaru ada sekitar 90 siswa SMP Negeri 4 Mrebet, Purbalingga, terpapar Covid-19. Hal itu diketahui setelah pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan Purbalingga melakukan rapid test antigen pada Senin (20/9/2021) kemarin.

Terkait kejadian itu, Ganjar sudah menghubungi Bupati Purbalingga  untuk mengecek dan menutup sekolah.

"Untuk Purbalingga, saya sudah telepon Bupati, sudah dicek, dan saya minta untuk ditutup. Sa juga yang terjadi di Jepara, saya minta langsung tutup," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyampaikan bahwa sudah tidak ada daerah di Jawa Tengah yang masuk level 4. Sebelumnya ada Kabupaten Brebes yang masuk dalam level tersebut.

"Level 4 tidak ada, kemarin ada satu Brebes itu pun karena data lamanya dimasukkan. Maka saya berkali-kali ingatkan masukkan datanya di satu saja, Corona Jateng. Itu otomatis akan nyambung ke pusat," tambah Ganjar. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved