Breaking News:

Berita Banyumas

Identik Tempe Mendoan, Wabup Banyumas Sadewo Apresiasi Petani Desa Pasinggangan Panen Raya Kedelai

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono melaksanakan panen raya di lahan Kelompok Tani Sri Kartika Tani Desa Pasinggangan Banyumas.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar
Dokumentasi Humas Pemkab Banyumas
Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat acara panen raya kedelai di lahan Kelompok Tani Sri Kartika Tani Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Senin (20/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono melaksanakan panen raya di lahan Kelompok Tani Sri Kartika Tani Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Senin (20/9/2021). 

Luas lahan Kelompok Tani ini seluas 25 hektare, ditanami kedelai varietas Grobogan, bantuan sarana produksi (saprodi) dari Kementrian Pertanian sebagai upaya peningkatan produksi kedelai di Kabupaten Banyumas.

Wakil Bupati mengucapkan terima kasih karena kelompok Tani Sri Kartika Tani dapat merespons keinginan pemerintah dalam peningkatan produksi kedelai lokal.

Baca juga: 35 Orang Daftar Jadi Pengadopsi Bayi yang Ditemukan di Bawah Jembatan Desa Sumur Pati

Baca juga: Jenazah Mertua SBY, Presiden ke-6 RI, Dimakamkan di Pemakaman Keluarga Purworejo

Baca juga: Operasi Patuh Candi 2021, Polresta Solo Terjunkan 6 Mobil Masker hingga Tingkat RT 

Memang komoditas kedelai kurang diminati oleh petani karena mereka lebih memilih padi dan jagung.

"Tapi nyatanya kedelai lebih menghasilkan, saya kira teman-teman petani akan tertarik. Apabila hasilnya bagus agar membuat paguyuban atau koperasi sehingga bisa berinteraksi langsung dengan pengrajin tempe maupun tahu tanpa melalui tengkulak, sehingga harga dapat terjaga," ujarnya kepada Tribunjateng.com, dalam rilis. 

Menurutnya prospek dan peluang sangat terbuka dan menjanjikan mengingat Banyumas sebagai kota yang identik dengan tempe mendoan. 

Kepala Desa Pasinggangan, Aris Sugiono mengatakan, Desa Pasinggangan mendapatkan bantuan saprodi untuk 55 ha lahan yang dikelola oleh Kelompok Tani Sri Kartika Tani.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Jaka Budi Santosa mengatakan pada tahun 2021 ini, lahan yang ditanami kedelai di Kabupaten Banyumas mencapai 1.218 ha. 

"1.075 hektare lahan mendapatkan bantuan saprodi berupa benih 50 kg, pupuk NPK 50 kg, rizobium 250 gram, pestisida 4 liter dan pupuk hayati 2 liter per hektare lahan, sementara lahan swadaya ada 143 ha," katanya. 

Jaka menambahkan produksi kedelai per hektare antara 1,5 hingga 1,8 ton.

"Harga saat ini kisaran Rp 9 ribu hingga Rp 9.500. Bahkan di Kebasen mencapai Rp 10 ribu. 

Artinya dengan umur 75 hari petani lebih diuntungkan," ungkapnya. 

Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang cashKarma Terbukti Membayar, Begini Cara Mainnya

Baca juga: Jaket Berdarah Yosef di Hari Pembunuhan Tuti dan Amalia, Apa yang Terjadi? Ini Kata Pengacara

Baca juga: Not Angka Sesange Sorijilleo I love You Neolsaranghandago

Jaka berharap benih kedelai dan saprodi ini sangat membantu para petani untuk membudidayakan kedelai, agar ke depan dapat dilanjutkan, walaupun mungkin tidak mendapatkan bantuan lagi.

Turut hadir dalam panen raya ini Perwakilan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Forkopimcam Banyumas dan perwakilan kelompok tani. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved