Breaking News:

Berita Kesehatan

Ingin Imunisasi Dasar Lengkap di Masa Pandemi Covid-19? Simak Panduan Kemenkes Berikut

Melaksanakan imunisasi dasar lengkap untuk anak di masa pandemi saat ini bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Editor: rival al manaf
GlaxoSmithKline
Ilustrasi Foto Imunisasi 

GlaxoSmithKline (GSK) sebagai perusahaan perawatan kesehatan global dengan teknologi sains terdepan senantiasa berupaya untuk membantu masyarakat berbuat lebih banyak, merasa lebih baik, dan hidup lebih lama.

“Di masa pandemi seperti saat ini, penting untuk terus melakukan edukasi mengenai pentingnya imunisasi serta meyakinkan orang tua untuk memberikan imunisasi kepada anak-anaknya dengan tetap memperhatikan prinsip Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI),” ujar dr Deliana Permatasari, GSK Vaccine Medical Director.

Terkait PPI, Kementerian Kesehatan dan IDAI telah mengeluarkan Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi pada Masa Pandemi COVID-19 agar fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan tetap melayani imunisasi anak di tengah pandemi.

Empat panduan yang terpenting adalah prinsip jaga jarak fisik,  pemberlakuan sistem triase (memisahkan anak yang imunisasi dengan anak yang berobat karena sakit),  pengaturan jam kedatangan untuk mencegah kerumunan pasien, dan sosialisasi bagi orang tua dan anak untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan dengan sabun dan memakai masker di luar rumah.

Baca juga: Jelang Lawan Arema FC, Bruno Silva Kembali Gabung ke PSIS Semarang

Baca juga: Melihat Tugu Identitas saat Disorot Proyektor Laser, Momen Kebangkitan Kudus dari Pandemi Covid-19

Baca juga: Luhut Pandjaitan: Pertama Kali Sejak Pandemi, Reproduksi Kasus Covid-19 di Bawah 1 Persen

Dengan adanya empat panduan untuk mendukung imunisasi yang aman, orangtua dapat kembali melakukan imunisasi yang mungkin terlewatkan atau dibutuhkan oleh anak-anak kita.

“Memberikan imunisasi lengkap pada bayi dan anak tidak hanya melindungi si anak dari penyakit tertentu tetapi juga membantu tercapainya kekebalan komunitas (herd immunity)."

"Semakin banyak jumlah anak yang diimunisasi, semakin tinggi pula cakupan imunisasi sehingga anak-anak yang tidak mendapat imunisasi akan tetap terlindungi5,” tutur dr. Deliana. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved