Berita Tegal

Keren! Ada Musala di Ketinggian 2.448 MDPL Jalur Pendakian Gunung Slamet

olres Tegal menghadiri acara dan mengikuti kegiatan peresmian Musala Jabalussalam di Pos 4 pendakian gunung Slamet via basecamp permadi Guci Kabupaten

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
Humas Polres Tegal
Polres Tegal menghadiri acara dan mengikuti kegiatan peresmian Musala Jabalussalam di Pos 4 pendakian gunung Slamet via basecamp permadi Guci Kabupaten Tegal, Minggu (19/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Musala Jabalussalam di Pos 4 jalur pendakian Gunung Slamet via basecamp permadi Guci Kabupaten Tegal, diresmikan pada Minggu (19/9/2021). 

Ada peresmian musala di jalur pendakian itu, dihadiri pula jajaran personel Polres Tegal.

Dari informasi yang ada, Musala Jabalussalam terletak di ketinggian 2448 MDPL Gunung Slamet dan merupakan Musala tertinggi di Indonesia ketiga setelah Gunung Prau Kabupaten Batang, dan gunung Talang Sumatra Barat.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at, melalui Kasubsi penmas Polres Tegal Bripka Andi, mengapresiasi kepada organisasi pemuda mandiri mitra damai desa (Permadi Guci) yang telah bekerja keras membangun tempat ibadah di jalur pendakian. 

Foto bersama saat kegiatan peresmian Musala Jabalussalam di Pos 4 pendakian Gunung Slamet via basecamp permadi Guci Kabupaten Tegal, Minggu (19/9/2021).
Foto bersama saat kegiatan peresmian Musala Jabalussalam di Pos 4 pendakian Gunung Slamet via basecamp permadi Guci Kabupaten Tegal, Minggu (19/9/2021). (Humas Polres Tegal)

"Menurut saya, pembangunan musala di jalur pendakian yang ketinggiannya 2448 MDPL memang sungguh luar biasa, karena mereka masih peduli dengan para pendaki yang ingin beristirahat dan melakukan ibadah saat perjalanannya menuju puncak gunung," ungkap Bripka Andi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (21/9/2021). 

Dikatakan, bahwa pembangunan musala tersebut merupakan bentuk inovasi dalam rangka mendongkrak sektor wisata dalam pemulihan ekonomi nasional yang melibatkan alam di sekitar pegunungan Kabupaten Tegal. 

"Mengingat akibat pandemi covid-19 banyak masyarakat terdampak utamanya di sektor ekonomi, karena itulah mereka berinisiatif sebagai menambah fasilitas di jalur pendakian Permadi," sambung Andi. 

Andi berpesan, agar masyarakat pecinta alam dapat memanfaatkan dan merawat musala dengan baik. 

"Mari bersama rawat dan pelihara tempat ibadah, alam di sekitarnya dengan sebaik-baiknya jangan dirusak. Untuk para pendaki tetap menerapkan prokes untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19," terangnya.

Sementara itu, Koordinator Basecamp Permadi Guci Sofyan menjelaskan, pembangunan musala jabalussalam yang dibangun di pos 4 amreta merupakan lokasi yang strategis untuk mendapatkan sumber mata air. 

"Lokasi ini terdapat sumber mata air yang melimpah dan tentunya dapat dimanfaatkan oleh para pendaki," jelasnya.

Sofyan berharap, dengan adanya musala dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di pos 4 jalur pendakian guci bisa menjadi titik untuk para pendaki yang akan melakukan ibadah. 

"Harapan saya pos 4 yang difasilitasi tempat ibadah dan sarana lainnya bermanfaat, serta bisa menjadi destinasi baru wisata mountheenering bagi masyarakat," imbuhnya. 

Tak hanya itu wisatawan pemula yang menyukai tracking, bisa menikmati keindahan alam hingga di Pos 4 amreta dengan memanfaatkan fasiltas yang telah disediakan, tidak harus sampai ke puncak. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved