Breaking News:

KKB Terus Mengganas, Satgas Nemangkawi Bergerak Cepat Datangi Kiwirok Papua

Sebanyak 35 personel Satgas Nemangkawi berhasil memasuki Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Senin (20/9).

Editor: Vito
TRIBUN-PAPUA.COM/Achmad Nasrudin Yahya
Sejumlah personel Satgas Nemangkawi menyusuri hutan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. 

TRIBUNJATENG.COM, JAYAPURA - Personel Satgas Nemangkawi bergerak cepat mendatangi Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, karena situasi keamanan di wilayah itu yang belum dapat dikendalikan oleh aparat keamanan setempat.

Sebanyak 35 personel Satgas Nemangkawi berhasil memasuki Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Senin (20/9). Untuk mencapai lokasi, mereka berjalan kaki dari Distrik Oksibil selama 30 jam.

"Pasukan sudah tiba di Kiwirok, mereka jalan 30 jam," ujar Direskrimum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (20/9).

Saat tiba di Kiwirok, Faizal menyatakan, Satgas Nemangkawi terlibat kontak senjata dengan KKB. "Pasukan terlibat kontak senjata di empat titik di Kiwirok," jelasnya.

Menurut dia, tugas utama Satgas Nemangkawi adalah menguasai keadaan di Kiwirok dan memukul mundur KKB yang masih berada di sekitar daerah tersebut. "Mereka masih ada sekitar 3 kilometer dari Kiwirok," terangnya.

Adapun, kondisi keamanan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua terus memanas, dengan aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang semakin mengganas.

Kontak tembak antara anggota TNI dan KKB kembali terjadi pada Selasa (21/9), hingga menyebabkan seorang personel TNI gugur saat melakukan pengamanan proses evakuasi jenazah Suster Gabriella Maelani.

"Dalam pelaksanaan evakuasi tersebut ada anggota TNI yang berupaya melakukan pengamanan. Dalam proses pengamanan tersebut anggota kami gugur karena kontak tembak dengan KKB," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Reza Patria, di Jayapura, Selasa (21/9).

Personel TNI yang gugur adalah Pratu Ida Bagus Putu. Ia kehilangan nyawa setelah mengalami luka tembak di bagian kepala. Kontak senjata terjadi pada pukul 06.30 WIT.

Jenazah Pratu Ida Bagus Putu telah dievakuasi ke Jayapura. "Karenanya proses evakuasi terhambat (dari Jadwal-red). Jadi evakuasi tadi, ada dua jenazah yang dievakuasi," kata Reza.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved