Breaking News:

Nakes Kiwirok Papua Trauma: Jangan Sampai Menimpa Teman-teman di Distrik Lain

sembilan nakes yang bertugas di Distrik Kiwirok telah dievakuasi ke Jayapura, dan semuanya sedang dalam penanganan medis dan psikologis.

Editor: Vito
KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI
Para Nakes Puskesmas Kiwirok, menceritakan pengalaman pahitnya saat diserang KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (13/9/2021). Saat ini mereka sudah berhasil dievakuasi ke Jayapura dengan menggunakan helikopter milik TNI, Jayapura, Papua, Jumat (17/9/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, JAYAPURA - Para tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, meminta jaminan dari pihak berwenang agar mereka dapat menjalankan tugas dengan aman.

Permintaan itu muncul setelah serangan terhadap Puskesmas di distrik Kiwirok oleh KKB pada Senin (13/9) lalu, yang menyebabkan meninggalnya seorang nakes, dan melukai sejumlah lainnya.

Hal itu sekaligus menjadi serangan pertama yang dilaporkan terhadap fasilitas kesehatan di Papua.

Pada Senin (20/9) lalu, empat nakes dari Distrik Kiwirok mendatangi kantor Komnas HAM di Jayapura. Perwakilan Komnas HAM di Papua, Frits Ramandei menuturkan, para nakes itu enceritakan kembali situasi yang mereka alami, dan meminta Komnas HAM memfasilitasi pertemuan dengan Kapolda Papua.

Menurut dia, Komnas HAM juga memfasilitasi para nakes untuk menyampaikan harapan mereka pada Pemda Kabupaten Pegunungan Bintang melalui kepala Dinas Kesehatan.

"Harapan mereka, yang terpenting adalah bagaimana satu teman mereka yang meninggal dunia bisa dievakuasi untuk proses pemakaman, sedangkan satu yang sampai saat ini belum ditemukan, dapat diketahui bagaimana nasibnya. Mereka juga memohon supaya kejadian seperti ini tidak menimpa teman-teman mereka di distrik-distrik yang lain," jelasnya.

Frits menyatakan, para nakes masih dalam kondisi syok, sehingga tidak mau berbicara kepada wartawan. Namun, mereka cukup tegar.

Adapun, sembilan tenaga kesehatan yang bertugas di distrik Kiwirok telah dievakuasi ke Jayapura pada Jumat (17/9), dan semuanya disebut sedang dalam penanganan medis dan psikologis.

Sementara itu, tenaga medis di 34 distrik dan 277 kampung dilaporkan telah ditarik ke ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Oksibil, karena kekhawatiran akan keselamatan mereka.

Juru bicara Gubernur Papua, Rifai Darus menyebut, saat ini pelayanan kesehatan di ibu kota kabupaten sudah kembali berjalan, tetapi belum maksimal. Sementara di Distrik Kiwirok belum berjalan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved