Breaking News:

Berita Solo

Operasi Patuh Candi 2021, Polresta Solo Terjunkan 6 Mobil Masker hingga Tingkat RT 

Polresta Solo bakal menerjunkan sedikitnya 6 mobil masker dalam pelaksanaan Operasi Paruh Candi 2021 selama 2 pekan ke depan

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Muhammad Sholekan
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Polresta Solo bakal menerjunkan sedikitnya 6 mobil masker dalam pelaksanaan Operasi Paruh Candi 2021 selama 2 pekan ke depan. 

Mobil itu diterjunkan dengan sasaran untuk penegakkan protokol kesehatan (prokes) hingga tingkat RT. 

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Operasi Patuh Candi 2021 akan dilaksanakan simpatik dan humanis. 

"Sesuai arahan Polda (Jateng, red), sasaran kita adalah penegakkan prokes. Sehingga kasus perkembangan covid yang sudah turun ini bisa tetap kita jaga," ucap Ade, Selasa (21/9/2021). 

Namun tetap, lanjut Ade, pengawasan serta imbauan kepada pegendara motor maupun pengemudi mobil kita laksanakan. 

"Sifatnya mengingatkan ya, kita tetap ultimum remedium, yaitu penegakkan hukum kita lakukan paling akhir apabila ada pelanggaran lalu lintas yang bisa memicu kecelakaan," jelasnya. 

Pihaknya juga akan menerjunkan enam unit mobil masker yang akan digawangi jajaran Sat Samapta, Binmas, serta Lantas. 

"Fungsinya dua, pertama membagikan masker, kedua melakukan penertiban prokes ke pelosok Kota Solo yang selama ini kurang tersentuh," ungkapnya.
Dia berharap, penegakkan prokes bisa dilakukan hingga tingkat lingkungan. 

"Angka persebaran covid sudah berhasil kita tekan. BOR (bed occupancy rate, red) rumah sakit kita juga sudah rendah. Namun tetap pengawasan kita tingkatkan. Jangan sampai angka ini naik kembali, apalagi dengan adanya varian MU," ungkapnya. 

Dia mengungkapkan, sejauh ini  masyarakat lebih patuh menjalankan prokes, apalagi pasca pemberlakuan PPKM darurat Jawa-Bali disambung PPKM Level 4 dan 3. 

Tidak ada pelanggaran menonjol terjadi sejauh ini. 

"Kesadaran masyarakat ini yang penting. Karena percuma pemerintah membuat kebijakan kalau dari warganya sendiri masih abai," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved