Breaking News:

Mobil Listrik

Investor Eropa Diajak Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengundang investor Uni Eropa

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengundang investor Uni Eropa berinvestasi di Indonesia untuk proyek baterai kendaraan listrik.

Hal itu disampaikan Bahlil saat acara Dialog Investasi EU Talkshow-EuroCham BKPM: Attracting Investment through Structural Reform secara virtual, Selasa (21/9). "Kami mengundang investor Eropa agar bisa ambil bagian dalam industri baterai," katanya.

Menurut dia, membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia menguntungkan investor, karena tiga dari empat komponen baterai ada di Indonesia yakni nikel, mangan, kobalt.

Sementara, satu komponen lain yakni lithium akan diambil dari luar negeri. "Kotak cadangan nikel dunia di Indonesia terdapat sekitar 24-26 persen. Jadi silakan masuk, ambil bagian investasi," ujarnya.

Pemerintah pun menjanjikan para investor nantinya akan diberikan kemudahan dalam mengurus perizinan usaha dalam rangka investasi.

"Nanti pemerintah mengurus izinnya, mengurus insentifnya, bahkan kalau perlu mengurus tanahnya juga. Tambangnya bisa kami atur, yang penting ada komunikasi yang baik dengan pemerintah," papar Bahlil.

Bahlil menyebut, investor Eropa nantinya dapat bekerja sama dengan BUMN Indonesia dan UMKM dalam membangun pabrik baterai kendaraan listrik.

"Kami yakinkan bahwa kolaborasi harus dibangun, baik antara investor maupun dengan BUMN, maupun dengan pengusaha-pengusaha nasional UMKM," lanjutnya.

Ia menyatakan, saat ini sudah ada investor Korea Selatan yakni Hyundai dan LG yang mulai membangun pabrik baterai mobil listrik.

"Kemarin kami bekerja sama dengan LG Group dengan BUMN Indonesia, investasi Rp 14 triliun. Tahap pertama 10 giga di Karawang (pabrik baterai kendaraan listrik)," jelasnya.

Pada Desember tahun ini, Bahlil menuturkan, investor asal China yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) juga akan masuk ke Indonesia untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik.

Sebelumnya, pemerintah optimistis bisa mencapai target investasi tahun 2021, sebesar Rp 900 triliun. Bahlil mengungkapkan, perolehan investasi pada tahun ini sudah 49,2 persen dari target Rp 900 triliun.

Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal II/2021 mencapai Rp 116,8 triliun atau 52,4 persen, hampir seimbang dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang jumlahnya Rp 106,2 triliun atau 47,6 persen. (Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono/Kompas.com)

Baca juga: Perbankan Optimistis Kredit UMKM Menggeliat hingga Penghujung 2021

Baca juga: Striker PSIS Semarang Minta Maaf Terbuka kepada Tim dan Suporter

Baca juga: OPINI Rejeki Wulandari : Menggenjot Bisnis Mobil Listrik

Baca juga: Agar Bisa Lakukan Penganiayaan, Irjen Napoleon Perintahkan Petugas Rutan Ganti Gembok Sel Kece

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved