Breaking News:

Berita Batang

Kepala Disperindagkop Batang Minta Pedagang Beradaptasi Dengan Digitalisasi Pasar

Sejumlah perwakilan pedagang diundang dalam Sekolah Pasar, untuk mendapatkan ilmu manajemen pasar

Penulis: dina indriani | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, M Taufiq Amrozy dan Ketua PKK Batang Uni Kuslantasih saat launching aplikasi Dotukura di Aula Kantor Bupati beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Sejumlah perwakilan pedagang diundang dalam Sekolah Pasar, untuk mendapatkan ilmu manajemen pasar agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam sistem perdagangan di pasar tradisional dengan mengundang perwakilan dari Kementerian Perdagangan RI beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang Subiyanto pun meminta agar para pedagang di seluruh pasar tradisional mulai beradaptasi dengan digitalisasi pasar. 

“Materinya mengenai digitalisasi pasar, program tersebut juga selaras dengan Disperindagkop Batang, yang sudah mulai melatih para pedagang untuk beralih secara perlahan menuju digitalisasi pasar,” tutur Subiyanto, Rabu (22/9/2021).

Adapun beberapa program yang telah digagas Disperindagkop di antaranya pasar online “Dotukura”, QRIS yakni sistem pembayaran secara tunai dan nontunai, sebentar lagi akan menerapkan E-Retribusi.

Menurutnya, dengan menerapkan sistem digitalisasi pasar, para pedagang justru akan semakin dipermudah dalam melayani pembeli.

Selain itu, menurut arahan dari perwakilan Kementerian Perdagangan RI, lebih menekankan pada pengelolaan pasar, menjaga kebersihan pasar, penataan pasar berdasarkan zonasi dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Mudah-mudahan setelah diedukasi para pedagang saling mengerti dengan kami, saling menjaga agar pasar selalu dikunjungi pembeli, omset pedagangnya meningkat walaupun masih dalam kondisi pandemi, dengan menerapkan pola jual beli secara online,” imbuhnya..

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Batang, Anwar Rozikin mengatakan, pemanfaatan digitalisasi pasar sudah dimulai sejak 13 Agustus 2020 lalu.

Pemanfaatannya sangat memudahkan konsumen, karena cukup menggunakan aplikasi Dotukura.

Saat ini aplikasi tersebut sedang disempurnakan yang nantinya akan berubah menjadi New Dotukura.

“Dalam aplikasi itu semua pengelolaan dilakukan oleh anggota paguyuban pasar, mulai proses transaksi jual beli, kurir hingga pembayaran. Sehingga lebih cepat dan praktis,” jelasnya.

Dikatakannya, aplikasi ini menadapat dukungan peralatan dari Bank Indonesia Cabang Tegal dan rencananya dalam waktu dekat, New Dotukura dan E-Retribusi akan dilaunching oleh Bupati Batang Wihaji.

“Mayoritas pedagang memang belum begitu familiar dengan teknologi digital, jadi perlu waktu lebih lama untuk menyosialisasikannya,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya akan terus menyosialisasikan kepada pedagang karena di era kenormalan baru, digitalisasi dibutuhkan masyarakat, karena untuk mendapatkan suatu barang, konsumen tidak perlu bertatap muka.

“Kami akan berusaha dengan mengedepankan pedagang-pedagang muda yang sudah akrab dengan smartphone, karena jika tidak membiasakan diri dengan digitalisasi pasar, pasti tertinggal dengan pasar dan toko online yang bisa dipesan melalui sebuah aplikasi," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved