Breaking News:

Berita Sragen

Pasar Bahulak Sragen Dapat Sertifikasi CHSE dari Kemenparekraf

Pasar Bahulak di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Sragen mendapatkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability)

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mahfira Putri
Pengunjung sedang berfoto di pintu masuk Pasar Bahulak di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pasar Bahulak di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen mendapatkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) dari Kemenparekraf.

Sertifikat tersebut diberikan kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya untuk menjaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Pedagang maupun penyelenggaraan Pasar Bahuluk dirasa telah dapat menerapkan protokol kesehatan dengan para wisatawan dengan baik.

Kepala Desa Karungan, Joko Sunarso mengatakan sertifikasi tersebut diberikan satu pekan lalu, atau lebih tepatnya pada Rabu, pada (15/9/2021).

"Auditor CHSE dari Kemenparekraf tiba di Pasar Bahulak pada Rabu (15/9/2021) lalu. Selama kurang lebih tujuh jam, auditor CHSE memberi penilaian terhadap pelaksanaan Pasar Bahulak."

"Pasar Bahulak Alhamdulillah dinyatakan lolos verifikasi," terang Kades Karungan, Joko kepada Tribunjateng.com, Rabu (22/9/2021).

Lebih lanjut Joko menerangkan dalam penilaian tersebut setidaknya ada 84 indikator. Dari 84 indikator itu, Pasar Bahulak sudah memenuhi 71 indikator sisanya masih perlu perbaikan.

13 indikator yang kurang tersebut diantaranya belum ada tutup di tempat yang berada di Pasar Bahulak, belum dilakukan penyemprotan disinfektan kepada barang-barang milik pengunjung, belum tersedia APAR.

Sementara sisanya ialah belum adanya tiket masuk, paket wisata, reservasi atau pemesanan tiket melalui online pengelolaan limbah cair dan masih banyak lagi.

Untuk indikator yang kurang tersebut, Joko mengaku pengelola siap untuk memperbaiki dan melaksanakan kekurangan tersebut secara bertahap.

"Insya Allah kekurangan pengelola dalam ini BumDes kami siap untuk melaksanakan secara bertahap. Seperti penutup tempat sampah, pengadaan APAR akan segera di usahakan," lanjut Joko.

Sementara untuk tiket masuk, Joko mengaku saat ini belum berencana melakukan penarikan tiket masuk Pasar Bahulak.

Namun, kedepan jika fasilitas sudah memenuhi seperti, Bahulak Nusantara, spot selfi, museum bahulak dan destinasi yang lain sudah tersedia akan ada tiket masuk. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved