Breaking News:

UMKM

Perbankan Optimistis Kredit UMKM Menggeliat hingga Penghujung 2021

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati pertumbuhan kredit perbankan yang masih ditopang kredit konsumer dan kredit UMKM

TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal
Seremonial penyerahan donasi program "Bisa Borong UMKM" yang digelar BRI, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati pertumbuhan kredit perbankan yang masih ditopang kredit konsumer dan kredit UMKM. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebut, kredit di segmen itu tumbuh 1,93 persen year on year (yoy) per Juli 2021 menjadi Rp 1.100,4 triliun.

Ia berharap pertumbuhan kredit UMKM bisa mendorong pertumbuhan kredit korporasi ke depan, utamanya bagi korporasi terkait dengan pariwisata, hotel, dan penerbangan yang masih terdampak karena pengetatan mobilitas.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) mencatatkan kredit UMKM hingga akhir Agustus 2021 tumbuh positif. Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, penopang utama pertumbuhannya masih pada segmen mikro yang mampu tumbuh 15,5 persen yoy.

“BRI optimistis hingga akhir 2021 kinerja kredit UMKM mampu mencatatkan pertumbuhan positif. Beberapa faktor yang mendasari optimisme tersebut di antaranya adalah kondisi pandemi yang kian terkendali, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat berangsur pulih,” ujarnya, kepada Kontan, Selasa (21/9).

Menurut dia, saat ini BRI telah memiliki sumber pertumbuhan baru seiring dengan terbentuknya Holding Ultra Mikro pada 13 September 2021 lalu. Ia menilai, keberadaan ekosistem ultra mikro dapat meningkatkan pertumbuhan pinjaman ketiga entitas bagi anggota holding, yakni BRI, Pegadaian, dan PNM.

Adapun, General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI, Bambang Setyatmojo menyatakan, fokus dalam mendukung perkembangan UMKM melalui penyediaan pembiayaan.

Pada kuartal II/2021, porsi pembiayaan UMKM BNI sebesar 20,7 persen dari total pembiayaan, dengan UMKM yang telah menerima kredit sebesar 377.000. Jumlah itu meningkat 15 persen year to date (ytd) dibandingkan dengan posisi Desember 2020.

Peluang besar

“Hingga akhir 2021, BNI optimistis UMKM dapat bergerak progresif dan bangkit melalui masa pandemi ini. BNI tentu melihat hal tersebut sebagai peluang yang sangat besar, baik dari segi pembiayaan, termasuk layanan perbankan lain. BNI berkomitmen akan terus mendampingi UMKM dan menyediakan layanan perbankan terbaik bagi UMKM,” paparnya.

Satu upaya BNI memacu kredit UMKM dengan gencar menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) yang tercatat naik 60 persen yoy pada Agustus 2021. Penyaluran kredit murah itu diberikan sebanyak 51,5 persen kepada sektor produktif yang didominasi pada sektor pertanian.

Sementara, Bank Sumut melihat prospek usaha di sektor kecil dan menengah, terlebih kebijakan PPKM yang mulai diperlonggar, sehingga mampu kembali menggerakkan sektor UKM di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Meski demikian, Bank Sumut mencatat terjadinya koreksi penyaluran kredit UMKM. Sekretaris Perusahaan Bank Sumut, Syahdan Siregar mengungkapkan, penyaluran kredit UMKM tercatat Rp 2,042 triliun, dengan jumlah debitur 10.349 debitur per Agustus 2021.

“Jumlah itu turun dari Agustus 2020, sebesar Rp 2,2 triliun dengan jumlah debitur 12.349. Faktor-faktornya antara lain dampak pandemi yang masih memperlambat sektor usaha,” jelasnya. (Kontan/Maizal Walfajri)

Baca juga: OPINI Rejeki Wulandari : Menggenjot Bisnis Mobil Listrik

Baca juga: Hotline Semarang : Pak Tolong Tertibkan Pedagang Jualan Tak Sesuai Lokasi

Baca juga: Agar Bisa Lakukan Penganiayaan, Irjen Napoleon Perintahkan Petugas Rutan Ganti Gembok Sel Kece

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 4 Tema 3 Buku Tematik Halaman 21 22 23 24 25 Lani Merawat Tanaman

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved