Breaking News:

Beirta Kebumen

Tobat Lombok, Pengguna Narkoba Ini kembali Ditahan dan Menyesal

Kasus penyalahgunaan narkoba kembali diungkap jajaran Sat Resnarkoba Polres Kebumen.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Konferensi pers kasus penyalahgunaan narkoba oleh Polres Kebumen. 

TRIBUNBANYUMAS. COM, KEBUMEN - Kasus penyalahgunaan narkoba kembali diungkap jajaran Sat Resnarkoba Polres Kebumen.

Dua pemuda, DN (31) warga Desa Adikarso Kecamatan Kebumen, dan JS (33) warga Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Wakapolres Kompol Edi Wibowo, keduanya ditangkap di dua tempat berbeda. 

"Penangkapan tersangka berdasarkan laporan warga," jelas Kompol Edi Wibowo saat konferensi pers, Rabu (22/9/2021).

Tersangka DN, ditangkap pada hari Jumat 20 Agustus 2021, sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Adikarso.

Dari tersangka DN, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1,12 gram, alat bantu hisap, korek gas, pipet, dan handphone android. 

Setelah menangkap tersangka DN, beberapa saat kemudian Sat Resnarkoba menangkap tersangka JS di Desa Gemeksekti.  Polisi juga menyita satu buah pipet kaca, alat bantu hisap, handphone dan korek gas.

"Barang bukti ini kita dapatkan dari para tersangka," jelasnya

Pengakuan tersangka DN, ia mengkonsumsi sabu baru sebulan terakhir. Awalnya ia hanya ditawari temannya lalu ketagihan dan inisiatif membeli sendiri. 

Lain halnya pengakuan tersangka JS, ia menggunakan narkoba jenis sabu sejak tahun 2018. Ia bahkan pernah masuk ke penjara karena kasus penyalahgunaan narkoba dan divonis 1,5 tahun penjara oleh PN Kebumen pada tahan 2018.

JS  yang saat itu sudah kapok, kini kembali berurusan dengan hukum karena kasus yang sama.

"Sebenarnya saya sudah sangat berniat ingin berhenti. Saya menyesal Pak," ungkap tersangka JS.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan paling lama 20 (dua puluh) tahun, dan Pidana denda paling banyak Rp 8.000.000.000 (delapan miliar rupiah) ditambah 1/3 (sepertiga). (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved