Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Yogyakarta

Viral Ikan Bergerombol di Pinggir Pantai Selatan, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Catur Nur Amin angkat bicara terkait video viral.

Tayang:
Editor: rival al manaf
FACEBOOK
Foto ilistrasi 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Catur Nur Amin angkat bicara terkait video viral gerombolan ikan teri di pinggir pantai selatan.

Peristiwa itu sempat menghebohkan warga di Pantai Trisik, Kulon Progo pada Selasa (22/9/2021).

Dalam video yang beredar di media sosial tampak sejumlah warga menangkap ikan dengan jaring di laguna Pantai Trisik, Kulon Progo.

Baca juga: Gibran Bilang AHHA PS Pati Menguasai Kungfu, Jalu: Cukup Bungkam dengan Prestasi dan Kemenangan

Baca juga: Kenalkan Kriya Jateng, Dekranasda Jawa Tengah Buka Ruang Pamer di Bandara Jogja

Baca juga: PSIS Pelajari Video Arema FC Jelang Lanjutan BRI Liga 1 Pekan Keempat

Catur Nur Amin mengatakan ada tiga kemungkinan penyebab fenomena itu.

Kemungkinan pertama, kata Catur, ikan itu bergerombol di tepi pantai karena ada perubahan suhu.

"Sekarang kan sedang pancaroba sehingga terjadi perubahan suhu air laut. Sementara ikan teri mencari suhu yang nyaman, di darat lebih hangat jadi menuju ke arah darat," jelas Catur saat ditemui di kantornya, Kalurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Rabu (22/9/2021).

Kemungkinan kedua adalah gerombolan ikan teri itu bergerak ke tepi pantai untuk menghindari predator.

"Misalnya (ikan) layur mengejar dia. Pecah sebagian lari ke darat, sementara sebagian gerombolan lari ke tempat lain," sebutnya.

Kemungkinan ketiga, lanjut Catur, gerombolan teri terpecah oleh gelombang besar.

Akibatnya, ada bagian dari gerombolan yang terseret ke perairan dekat daratan.

Teri yang mendekati pantai selatan DIY oleh masyarakat sekitar disebut berjenis jui. 

Teri ini berbeda dengan jenis teri nasi karena ukurannya lebih besar.

"Satu kilo sekitar Rp 10.000, kali Teri Nasi itu lebih mahal bisa mencapai Rp 50.000 per kilonya," kata Catur.

Baca juga: Setelah 90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga Positif Covid, Kini 61 Siswa SMPN 3 Mrebet Juga Positif

Baca juga: Wali Kota Gibran Borong Kerupuk UlamSari yang Sudah Melegenda di Solo, Buat Makan Pagi Siang Malam

Baca juga: Bupati Kendal Hadiri Simulasi Event yang Digelar Forpek: Masih Ada Catatan

Fenomena teri mendekat ke pantai ini tidak hanya terjadi di Trisik Kulon Progo tetapi juga terjadi di Pantai Wediombo Kabupaten Gunungkidul.

"Kalau liat kemarin di grup itu ketangkap di Trisik di laguna ada teman yang nangkep. Kemudian di Wediombo," katanya.

Fenomena ini, menurut dia, sering terjadi di pantai Selatan DIY.

Hampir tiap tahun kejadian serupa terjadi, tetapi sekarang ini sudah ada media sosial sehingga fenomena ini dapat sorotan. (*)

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul Video Ikan Teri Berkumpul di Tepi Pantai Viral, Ini Kata Dinas Kelautan dan Perikanan DIY

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved