Breaking News:

Berita Jepara

Bupati Jepara Putuskan Setop PTM Setelah 25 Siswa dan 3 Guru MTs di Pecangaan Positif Covid-19

Sebanyak 25 siswa kelas VII dan 3 guru di Madrasah Tsanawiah (Mts) Al Muttaqin, Pecangaan, Kabupaten Jepara, terkonfirmasi positif Covid-19.

Humas Pemkab Jepara
Bupati Jepara Dian Kristiandi saat menyidak SMPN 2 Jepara terkait  fasilitas protokol kesehatan untuk PTM, beberapa bulan lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Sebanyak 25 siswa kelas VII dan 3 guru di Madrasah Tsanawiah (Mts) Al Muttaqin, Pecangaan, Kabupaten Jepara, terkonfirmasi positif Covid-19.

Akibatnya, pembelajaran tatap muka (PTM) di madrasah yang berada di Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, itu dihentikan, mulai Rabu (22/9).

Kepala Mts Al Muttaqin, Samudi menerangkan, para siswa diketahui positif Covid-19 saat hendak vaksinasi. Dia menjelaskan, pada 13 September lalu, sejumlah siswa hendak vaksinasi di Puskesmas Pecangaan, tetapi 24 siswa tidak lolos screening.

Sehari kemdian, pada 14 September, ke-60 siswa melakukan swab. Dua hari berikutnya, pada 16 September, hasil tes swab keluar dan menyatakan 11 anak terkonfirmasi positif Covid-19.

“Setelah itu, tambah dua anak lagi yang positif Covid-19 sehingga secara keseluruhan 13 anak yang terpapar (corona),” kata Samudi, Rabu.

Dia mengatakan, telah berkoordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pecangaan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag), serta Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara.

“Oleh karena sudah ada siswa yang positif Covid-19, maka dilakukan tes swab kepada siswa dan guru yang pernah kontak erat. Hasilnya 3 guru dan 12 siswa positif Covid-19,” katanya.

Dia menambahkan, seluruh siswa dan guru yang terpapar Covid-19 dalam kondisi baik dan tanpa gejala. Saat ini mereka sedang melaksanakan isolasi mandiri di tempat masing-masing. “Untuk PTM sudah dihentikan. Hanya ada beberapa guru yang jaga di sekolah,” katanya.

Tinjau madrasah

Sementara itu, setelah mendapat kabar ada klaster siswa, Bupati Jepara, Dian Kristiandi, langsung meninjau Mts Al Muttaqin.

Pada kesempatan itu, Andi, sapaan akrabnya, didampingi Kapolres Jepara, AKBP Warsono; Asisten I Setda Jepara, Dwi Riyanto; Kepala Diskominfo, Arif Darmawan, dan Camat Pecangaan, S Karnanajeng. Peninjauan itu untuk memastikan tidak ada aktivitas pembelajaran di Mts Rengging setelah ada 25 siswa dan 3 guru yang terpapar Covid-19.

“Kesehatan siswa yang utama. Kemarin kami beri kelonggaran, ternyata di lapangan perlu penekanan lebih serius lagi kepada sekolah yang melaksanakan PTM. Saya berharap kasus ini menjadi contoh bagi sekolah lain, agar jangan sampai muncul klaster sekolah baru,” kata Andi.

Dia menyatakan, akan mengevaluasi PTM di Kabupaten Jepara, setelah muncul klaster siswa di Mts Rengging. "PTM untuk sementara kami hentikan. Kalau ditanya sampai kapan, nanti kami evaluasi sampai pada saatnya semua sudah siap," kata Andi.

Dia mengatakan, tidak mau mengambil risiko terkait munculnya klaster siswa di Mts Al Muttaqin. Dia langsung mengambil kebijakan menghentikan sementara PTM di seluruh Kabupaten Jepara. “Sambil menunggu hasil evaluasi. PTM di seluruh sekolah di Jepara kami hentikan sementara. Kita kembali ke daring,” kata Andi. (yun)

Baca juga: Kaesang Sebut Gaji Jokowi sebagai Presiden Terbilang Kecil, Berapa?

Baca juga: UPDATE AFGHANISTAN : Taliban Berupaya Meraih Pengakuan Internasional lewat Sidang PBB

Baca juga: Ronald Koeman Ungkap Messi Pernah Marah Hingga Satu Minggu di Barcelona Karena Hal Ini

Baca juga: Sri Mulyani : Perbankan belum Maksimal Menjalankan Fungsi Intermediasi seperti Pra-pandemi

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved