Breaking News:

Inisiatif KKI, BBI, dan BWI Bawa 15,9 Juta UMKM Masuk Pasar Daring

inisiatif BBI, BWI, dan KKI terbukti mengakselerasi onboarding digitalisasi UMKM secara nasional, dengan 15,9 juta UMKM telah masuk pasar daring

Editor: Vito
istimewa
ilustrasi ecommerce 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kolaborasi antara gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI), Bangga Wisata Indonesia (BWI) dengan Karya Kreatif Indonesia (KKI) mampu mendorong 15,9 juta UMKM memasuki pasar daring.

"Secara angka, inisiatif bersama BBI, BWI, dan KKI terbukti mengakselerasi onboarding digitalisasi UMKM secara nasional, setidaknya 15,9 juta UMKM telah hadir dalam loka pasar daring atau naik 99% sejak 2020," kata Menteri Koperasi dan UKM (Menkop-UKM), Teten Masduki, dalam pembukaan Puncak Karya Kreasi Indonesia 2021 secara virtual, Kamis (23/9).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Gerakan KKI bersama Bank Indonesia berhasil menggarap sisi hilir UMKM Indonesia dengan menciptakan produk premium UMKM disertai pembayaran digital melalui Qris.

"Sejak 2016, konsep KKI semakin kuat, dan kami yakin apa yang kita bangun dan lakukan ini memberikan semangat bagi pelaku UMKM untuk terus naik kelas dan menghasilkan produk berkualitas," ujarnya.

Namun, Luhut mengingatkan bahwa sisi kualitas produk UMKM harus menjadi fokus penting. Oleh karenanya, pemerintah terus memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Meski dampak pandemi masih dirasakan bagi UMKM dan juga sektor pariwisata, Luhut menyatakan, saat ini menjadi momentum bagi sektor UMKM dan pariwisata untuk berbenah diri.

"Kita punya kesempatan untuk berbenah diri. Siapkan produk unggulan daerah sambil terus membangun kekebalan komunal. Ini mengingatkan kita agar tidak berhenti di zona nyaman, cermat melihat peluang dan kesempatan," paparnya.

"Saat ini peluang terbuka lebar, untuk itu melalui KKI, BBI, dan BWI, pelaku usaha lokal akan terus didorong untuk memanfaatkan pasar digital," sambungnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyebut, gerakan BBI, BWI, dan KKI 2021 di tengah pandemi covid-19 merupakan upaya dalam meningkatkan daya beli masyarakat.

Ketiga gerakan tersebut menjadi solusi mitigasi dan pemulihan jangka pendek untuk menciptakan stimulus di sisi permintaan, dan mendorong UMKM onboarding ke platform digital.

Sinergi antar-pemangku kepentingan juga disebut menjadi kunci dalam meningkatkan daya beli masyarakat di tengah pandemi.

"Kami di Kemenparekraf telah bersinergi dengan kementerian lembaga lain dengan Bank Indonesia misalnya dengan Kementerian Koperasi dan UMKM untuk kawasan destinasi pariwisata super prioritas, yang kami harapkan akan mengembangkan produk-produk ekonomi kreatifnya," tuturnya.

Sandiaga berujar, gerakan BBI sejak diluncurkan telah membantu UMKM masuk ke platform digital, di mana pada 2020 lalu ada 3,7 juta UMKM masuk ke platform digital, sehingga total saat ini sudah hampir 12 juta UMKM yang telah go digital. "Total target 30 juta UMKM go digital di akhir 2023 insyaAllah bisa," imbuhnya. (Kontan/Ratih Waseso)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved