Breaking News:

Berita Kendal

Investasi di KEK Tumbuh Rp 7 Triliun, Dico Sebut Sudah Lebih dari 60 Perusahaan Beli Lahan

Pemerintah Kabupaten Kendal bersama PT Kawasan Industri Kendal (KIK) mencatat adanya pertumbuhan investasi hingga Rp 7 triliun pada 2021

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
dok tribun jateng
Kawasan Industri Kendal (KIK)/Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL -- Pemerintah Kabupaten Kendal bersama PT Kawasan Industri Kendal (KIK) mencatat adanya pertumbuhan investasi hingga Rp 7 triliun pada 2021 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Investasi tersebut datang dari 31 perusahaan dari 8 negara yang sudah beroperasi dan tahap pembangunan.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, jumlah perusahaan (tenant) yang sudah beroperasi sebanyak 20 unit. Sisanya masih dalam proses konstruksi pembangunan yang diharapkan bisa beroperasi pada akhir 2021.

Dico menyebut, sudah ada lebih dari 60 perusahaan yang membeli lahan di KEK Kendal. Sebagian perusahaan masih dalam proses ke tahap pembangunan agar bisa berproduksi secepat mungkin.

"Progres perkembangan KEK sejak awal hingga hari ini cukup baik. Harapan kami ke depan bisa dikejar agar lebih cepat lagi sehingga KIK/KEK ini semakin berkembang," terangnya saat mendampingi Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal pada Kementerian Investasi meninjau KEK, Rabu (22/9).

Menurut Dico, KEK sudah menyerap 11 ribu tenaga kerja dan akan lebih banyak lagi ke depannya. Dia berharap, berkembangnya KEK ini bisa memberikan efek domino bagi perekonomian dan pembangunan di Kendal. Dengan demikian, ucap dia, ekonomi Kendal dan Jawa Tengah juga akan tumbuh.

Selain itu, Pemkab Kendal bakal memperjuangkan pembangunan Pelabuhan Kendal sebagai jalur roda perekonomian.

Dico berharap, rencana adanya industri gas di KEK bakal terealisasi agar bisa mendapatkan harga gas yang lebih baik.

Tidak berhenti di situ, Dico juga minta beberapa perusahaan berkomitmen untuk menggandeng pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal itu diperlukan agar nilai produk UMKM Kendal bisa terangkat hingga ke tingkat nasional dan internasional.

"Peninjuaan ini mendampingi deputi menindaklanjuti MoU Pemkab Kendal dengan pemerintah pusat. Rencana ada 8 pelaku usaha yang akan mendapatkan insentif. Setelah itu, mereka (perusahaan, red) akan melibatkan UMKM dalam setiap proses pembangunan," ujar Dico.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved