Breaking News:

Berita Semarang

Pimpin Forum Kota Sehat Semarang, Tia Hendi Ajak Pelaku Usaha Pariwisata Adaptasi Protokol Kesehatan

Seluruh pengusaha pariwisata beradaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan sekaligus mengedukasi pengunjung atau wisatawan untuk menaati prokes.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
Dokumentasi Disbudpar Kota Semarang
Disbudpar Kota Semarang menggelar Bina Pelaku Usaha Pariwisata Kota Semarang yang digelar di Gedung Oudetrap Kota Lama pada 21-22 September 2021. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Forum Kota Sehat Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengajak seluruh pengusaha pariwisata beradaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan sekaligus mengedukasi pengunjung atau wisatawan untuk menaati protokol kesehatan.

Hal itu disampaikannya saat membuka Bina Pelaku Usaha Pariwisata Kota Semarang yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, di Gedung Oudetrap Kota Lama pada 21-22 September 2021.

Menurutnya, protokol kesehatan sudah menjadi SOP wajib bagi setiap usaha pariwisata.

Selain protokol kesehatan, dia menekankan pengusaha harus melakukan proteksi ganda, yakni menerapkan aplikasi Peduli Lindungi dalam usahanya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Baca juga: Update Virus Corona Kota Semarang Kamis 23 September 2021, Banyumanik Tertinggi Mijen Nol Kasus

Baca juga: Tukul Arwana Alami Pendarahan Otak, Ini Kemungkinan 12 Penyebabnya

Baca juga: Disdikbud Kendal Tindak Tegas Sekolah PTM Sembunyi-sembunyi, Sarpras Prokes Tak Dipenuhi

"Upaya ini merupakan salah satu representasi dari konsep bergerak bersama. Pembangunan di Kota Semarang akan lebih cepat apabila dikeroyok bersama-sama oleh semua elemen masyarakat, termasuk pelaku wisata," papar Tia, sapaannya, dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9/2021).

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari menambahkan, PPKM merupakan program pemerintah untuk melindungi warga dari penyebaran Covid-19.

Pelaku usaha boleh melakukan kegiatan perekonomian secara terbatas.

"Dengan demikian para pengelola usaha pariwisata terus dapat menjaga asa dan tetap dapat mempertahankan kelangsungan usahanya," terang Iin, sapaannya, kepada 100 pengelola usaha wisata.

Iin menekankan, setiap usaha wisata perlu mengantongi sertifikat CHSE, yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan).

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman juga turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Pria yang akrab disapa Pilus tersebut mendorong tempat pariwisata yanh dikelola pemerintah maupun BUMD bisa memberi contoh kepada seluruh pelaku wisata dengan segera mengurus sertifikasi CHSE dan menerapkan aplikasi Peduli Lindungi.

Baca juga: Atlet PON dari Banyumas Diberangkatkan ke Papua, Upacara Pengelepasan Digelar secara Virtual

Baca juga: Masuk Kantor Pemerintahan Kota Semarang, Pengunjung Bakal Diwajibkan Pakai Peduli Lindungi

Baca juga: Bupati Pati Haryanto Gowes Sambil Ngelarisi UMKM, Berharap Pelaku Ekonomi UMKM Terdongkrak

"UPTD dan BUMD pariwisata harus memberi contoh bagi usaha pariwisata di Kota Semarang dengan memiliki sertifikasi CHSE dan Menerapkan Aplikasi PeduliLindungi," tandasnya.

Pilus juga mengajak para pengusaha pariwisata mentaati dan menjalankan program – program pemerintah seperti PPKM agar bisa segera terbebas dari pandemi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved