KKN IAIN Kudus
Budayakan Hidup Bersih, IAIN Kudus Gelar Resik-resik Kampung
M. Rois Rizal Nugroho, Leader WCD Jawa Tengah, mengapresiasi kegiatan resik resik kampung yang diselenggarakan oleh LPPM dan peserta KKN IAIN Kudus.
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dalam rangka peringatan World Cleanup Day, IAIN Kudus menyelenggarakan kegiatan Resik-Resik Kampung selama satu pekan, mulai tanggal 19 – 24 September 2021.
Aksi bersih-bersih ini melibatkan 2.980 peserta KKN IK berkolaborasi dengan pemerintah desa dan kelurahan dan warga masyarakat.
Aksi bersih- bersih yang menggunakan tagline Resik-Resik Kampung ini menjangkau 180 desa/kelurahan yg tersebar di 4 kabupaten, yakni Kudus, Pati, Jepara, dan Demak.
Peserta KKN IK bahu membahu bersama pemerintah desa dan warga masyarakat melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan desa masing-masing.
Di Desa Nganguk, misalnya, dilakukan kegiatan membersihkan sampah di aliran sungai.
Adapun di Desa Janggalan dilakukan pembuatan mural di sepanjang gang masuk desa.
Sebagai puncak kegiatan Resik-Resik Kampung, peserta KKN IK wilayah Kecamatan Juana Pati bekerjasama dengan segenap Muspika Kecamatan Juana, Jajaran Syahbandar Juana, Pemerintah Desa, Karang Taruna menggelar aksi bersih-bersih di Pulau Seprapat
Ketua LPPM IAIN Kudus, Mohammad Dzofir menjelaskan, kegiatan Resik-Resik Kampung ini merupakan wujud kongkrit dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan selaras dengan visi IAIN Kudus yang mengusung Islam Terapan.
"Kegiatan ini bertujuan mewujudkan lingkungan yang bersih sekaligus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang budaya hidup bersih dan sehat. Budaya bersih yang juga bagian dari ajaran Islam bukan hanya sebatas norma melainkan juga diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari," jelasnya.
M. Rois Rizal Nugroho, Leader WCD Jawa Tengah, mengapresiasi kegiatan resik-resik kampung yang diselenggarakan oleh LPPM dan peserta KKN IAIN Kudus.
Menurutnya kegiatan dalam rangka WCD ini merupakan langkah konkret untuk mengedukasi dan menyadarkan masyarakat tentang kepedulian terhadap lingkungan.
"Indonesia itu negara penghasil sampah plastik terbesar nomer 2 di dunia setelah China. Nah kegiatan ini bisa menjadi bukti bahwa kita juga berusaha mengurangi sampah khususnya sampah plastik karena peran aktif dari masyarakat sangatlah penting untuk mendukung pemerintah," papar dia.
Sementara Purnawirawan, Leader WCD Kudus, menyampaikan pihaknya sudah berkomunikasi dengan LPPM IAIN Kudus untuk menjalin kerjasama yang lebih intensif terkait kepedulian terhadap sampah.
Dia berharap dengan kerjasama yang terjalin, ke depannya kegiatan semacam ini dapat berlangsung secara berkesinambungan dan menjangkau segmen masyarakat yang lebih banyak. (*)