Breaking News:

Berita Kendal

DLH: Kami Baru Bisa Memproses 30% Sampah di Kabupaten Kendal

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal mencatat, usaha yang sudah dilakukan pemerintah daerah hingga kini hanya mampu mengolah 30 persen.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Petugas dari Bank Sampah Induk (BSI) Kendal menimbang sampah kering yang dibawa masyarakat, Jumat (24/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Persoalan sampah masih menyisakan PR bagi pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Kendal.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal mencatat, usaha yang sudah dilakukan pemerintah daerah hingga kini hanya mampu mengolah 30 persen dari total produksi sampah yang dihasilkan 1 jutaan penduduk.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Sudaryanto mengatakan, masyarakat Kendal saat ini berpotensi menghasilkan 400 ribu kubik sampah pertahun.

Jumlah ini terus meningkat seiring bertumbuhnya jumlah penduduk di Kabupaten Kendal.

Tingginya produksi sampah mengakibatkan 2 tempat pembuangan akhir (TPA) di Pegeruyung dan Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan penuh.

Meski telah membangun TPA baru berbasis sanitary landfill, kata Sudaryanto, hanya bisa menampung dan mengolah 30 persennya saja.

Dengan perkiraan mencapai 80 ton sampah masuk TPA setiap harinya. 

"Memang kami (Pemkab Kendal) baru bisa menangani 30 persennya saja. Sisanya ada yang dibuang di sungai, dibakar, dibuang di pekarangan, dan yang lainnya," terangnya saat menghadiri kegiatan Word Clean Day di Bank Sampah Induk Kendal, Jumat (24/9/2021).

Sudaryanto menegaskan, persoalan sampah ini menjadi persoalan bersama pemerintah daerah dan masyarakat Kendal.

Penanggulangan sampah tidak bisa dilakukan maksimal tanpa disertai kesadaran masyarakat dalam menekan produksi sampah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved