Breaking News:

Bank Indonesia

FAJAR, Sinergi Bank Indonesia Kembangkan Ekonomi Syariah di Jawa Tengah

FAJAR merupakan kegiatan road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang digelar sejak tahun 2014.

Editor: Editor Bisnis
IST
Sejumlah narasumber mengikuti puncak festival jateng syariah (fajar) yang digelar secara virtual. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (KPwBI Provinsi Jawa Tengah) mengupayakan penguatan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional dengan menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) yang mengusung tema ‘Sinergi Korporatisasi Ekonomi Syariah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional’.

FAJAR merupakan kegiatan road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang digelar sejak tahun 2014.

Pada tahun ini, FESyar dilaksanakan di 3 (tiga) wilayah Indonesia, yaitu di Kawasan Timur Indonesia (KTI), di Kawasan Sumatera, dan di Kawasan Jawa.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan positif Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas karena sinergi korporatisasi ekonomi syariah dapat memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

Selain itu, Gubernur Jawa Tengah menyambut baik upaya Bank Indonesia Jawa Tengah dalam upaya memajukan bisnis pesantren di Jawa Tengah agar memperkokoh ekonomi syariah.

Dalam acara puncak FAJAR yang digelar secara virtual Selasa (22/9/2021), Kepala KPwBI Provinsi Jateng, Pribadi Santoso menyatakan bahwa event tersebut merupakan hasil sinergi antara Bank Indonesia dengan stakeholder terkait.

Sejumlah narasumber mengikuti puncak festival jateng syariah (fajar) yang digelar secara virtual
Sejumlah narasumber mengikuti puncak festival jateng syariah (fajar) yang digelar secara virtual (IST)

Event FAJAR ini menjadi sarana edukasi serta ruang pengembangan usaha dan pengembangan ekonoi syariah di Jawa Tengah.

"Kami juga mendorong lembaga keuangan syariah, pelaku usaha syariah, pondok pesantren, dan penggiat ekonomi syariah di Jawa Tengah untuk terus mengembangkan usaha mereka dengan melakukan fasilitasi kerja sama dan peningkatan sinergitas antar kementrian dan lembaga," kata Pribadi.

Rangkaian kegiatan FAJAR diawali dengan penyelenggaraan Kuliah Muamalah Usaha Syariah (Kamus) berupa kegiatan capacity building kepada para pelaku usaha syariah dan pondok pesantren, Oase (Olimpiade Antar Pondok Pesantren se-Jawa Tengah), serta Kurasi Usaha Syariah (Syirkah) yang merupakan kegiatan kurasi UMKM syariah ke aggregator/importir, dan/atau ke perbankan syariah. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan melalui sinergi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Himpunan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren).

Festival Jateng Syariah (FAJAR) yang mengusung tema ‘Sinergi Korporatisasi Ekonomi Syariah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional’.
Festival Jateng Syariah (FAJAR) yang mengusung tema ‘Sinergi Korporatisasi Ekonomi Syariah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional’. (IST)

Untuk menyemarakkan acara puncak FAJAR, dilakukan kegiatan lomba yang menarik antusiasme masyarakat, yaitu lomba story telling kisah nabi, Instagram reels, dan foto fashion muslim keluarga dengan menggunakan produk lokal UMKM Indonesia.

Acara yang dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Tengah Fathan Subchi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua Hebitren Jateng Miftahudin, dan Owner Buttonscarves Linda Anggreaningsih ini dilengkapi dengan bukti riil upaya dorongan ekonomi syariah, yaitu peresmian Hebitren Jawa Tengah, penandatanganan akad pembiayaan pelaku usaha syariah dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Jateng Syariah, penandatanganan MoU antara UMKM Jawa Tengah dengan aggregator/importir Singapura, serta penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada Pondok Pesantren.

Bapak Fathan Subchi, Ketua Komisi XI DPR RI Daerah Pemilihan Jateng dalam kesempatan itu mengungkapkan apresiasinya terhadap langkah Bank Indonesia yang telah terlibat secara aktif membangun satu sinergi antar stakeholder untuk kemajuan pengembangan ekonomi syariah.

Festival Jateng Syariah (FAJAR) yang mengusung tema ‘Sinergi Korporatisasi Ekonomi Syariah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional’.
Festival Jateng Syariah (FAJAR) yang mengusung tema ‘Sinergi Korporatisasi Ekonomi Syariah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional’. (IST)

"Kita optimis negara Indonesia ke depan menjadi terbesar dalam ekonomi syariah dan jumlah SDM ekonomi syariah saat ini masih sangat sedikit sehingga perlu ditingkatkan yaitu sekolah-sekolah atau kampus-kampus yang tersertifikasi yang bisa melahirkan SDM yang berkualitas," imbuhnya.

Wakil Gubernur Jateng Bapak H. Taj Yasin Maimoen menuturkan, pihaknya akan terus mendorong wisata halal di Jawa Tengah untuk menggerakkan ekonomi syariah.

"Jateng saat ini sudah mengantongi sertifikat wisata halal 2019, sehingga kami akan bersinergi dengan stakeholder untuk mengoptimalkan potensi tersebut”(idy).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved