Breaking News:

Berita Jepara

Pemkab Jepara akan Evaluasi PTM Bikin Klaster Penularan Corona ke Pelajar Minggu Depan

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dihentikan setelah adanya 25 siswa dan 3 guru di MTs Al Muttaqin, di Desa Rengging.

TRIBUNJATENG/MUHAMMAD YUNAN
Bupati Jepara Dian Kristiandi saat memberikan pemaparan sosialisasi Covid-19 di Kantor Kecamatan Mayong, Rabu (22/9/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Setelah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dihentikan setelah adanya 25 siswa dan 3 guru di MTs Al Muttaqin, di Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, terkonfirmasi positif.

Bupati Jepara Dian Kristiandi langsung memutuskan penghentian aktivitas belajar di sekolah saat meninjau MTs Al Muttaqin, pada Rabu (22/9/2021).

Pria yang akrab disapa Andi itu menjelaskan akan melakukan evaluasi pelaksanaan PTM di Kabupaten Jepara.

"7 hari ke depan bisa kami temukan apakah itu terjadi kluster di sekolah atau terjadi penularan di luar sekolah atau mungkin terjadi penularan di rumah tangga masing-masing," kata Andi, Jumat (24/9/2021).

Dia berharap, kejadian ini  bisa dijadikan hikmah agar masyarakat kembali menyadari bahwa Covid-19 itu masih ada.

Untuk itu, tidak ada lagi alasan masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan.

Penerapan protokol kesehatan, kata dia, tidak hanya di sekolah.

Karena sekolah hanya satu tempat yang dijadikan siswa tempat belajar.

"Kami menginginkan masyarakat menyadari dan saling mengingatkan soal Covid-19. Insya Allah tidak dalam waktu lama kami akan evaluasi menyeluruh persiapan, penyelenggaraan pendidikan, sarana dan prasarana melaksanakan PTM," ujarnya.

Menurutnya, setelah 7 hari ke depan, PTM di Jepara bisa dilakukan lagi.

Karena pendidikan itu penting setelah kesehatan.

"Manusia itu tujuannya sehat dulu, pendidikan dulu, baru bagaimana memikirkan mewujudkan kesejahtetaan," terangnya.(yun).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved