Breaking News:

PTM Sekolah

Pemkab Kendal dan Pemkot Semarang Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Sekolah

Kasus Covid-19 yang terjadi di lingkungan sekolah di berbagai wilayah jadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Kendal

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Ilustrasi PTM 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL -- Kasus Covid-19 yang terjadi di lingkungan sekolah di berbagai wilayah jadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Kendal.

Menyikapi hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal mulai memperketat pemantauan protokol kesehatan dan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Setidaknya ada 416 sekolah jenjang Paud/TK, SD, SMP, dan pendidikan non formal yang sudah menggelar PTM terbatas di Kendal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, pihaknya akan menggandeng Dinas Kesehatan untuk melakukan tes swab acak kepada siswa dan guru SMP. Random swab rencananya dimulai pekan depan setelah siswa SMP menyelesaikan PTS.

"Sebenarnya mau kita lakukan tes swab antigen acak pekan ini. Berhubung siswa SMP masih PTS, kita rencanakan pekan depan," terangnya, Kamis (23/9).

Menurut Wahyu, terjadinya kasus baru penularan Covid-19 pada siswa dan guru di beberap daerah menjadi perhatian Disdikbud Kendal. Dia tidak ingin kecolongan lantaran kurang ketatnya penerapan prokes.

Karena itu, Disdikbud menerjunkan tim pemantau PTM yang terdiri dari pengawas sekolah, penilik sekolah, koordinator wilayah, kecamatan, dan pegawai bidang yang bertugas melihat langsung setiap sekolah yang menggelar PTM. Wahyu meminta agar tim melaporkan hasil pemantauan lapangan setiap hari untuk bahan evaluasi dan tindakan.

"Saya juga sudah beberapa kali lakukan sidak. Kejadian di daerah lain jadi pengingat dan kewaspadaan kita, semua harus komitmen. Kami juga bakal tegas menutup sekolah yang tidak patuh prokes," tegasnya.

PTM terbatas di Kendal berjalan dengan sistim terpimpin. Saat ini, baru 416 sekolah yang diperbolehkan menggelar PTM. Rinciannya, 211 Paud/TK, 176 SD, 88 SMP, dan 21 pendidikan nonformal. Artinya, hanya sekolah tingkat SMP dan pendidikan nonformal yang sudah menggelar tatap muka semuanya. Sisanya baru 35 persen dari total sekolah.

"Periode PTM kita lanjutkan mulai 23 September hingga 6 Oktober. Ada 55 sekolah yang bersiap mengikuti PTM terbatas. Tetapi kita perketat dahulu evaluasinya," terang Wahyu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved