Breaking News:

Berita Kebumen

Petani di Tlogopragoto Kebumen Olah Air Samudera Hindia Jadi Garam

Di bawah terik matahari yang menyengat, Budi Santoso memeriksa satu per satu tunnel berisi genangan air laut di Kampung Garam, Desa Tlogopragoto, Miri

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
khoirul muzaki
pemandangan tunnel garam di Kampung Garam Desa Tlogopragoto, Mirit, Kebumen 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN -- Di bawah terik matahari yang menyengat, Budi Santoso memeriksa satu per satu tunnel berisi genangan air laut di Kampung Garam, Desa Tlogopragoto, Mirit, Kebumen.

Air laut itu dialirkan melalui pipa yang tersambung langsung ke Samudera Hindia.

Di bibir pantai selatan, Budi menyedot air laut. Air asin itu dialirkan melalui jaringan pipa sejauh satu kilometer menuju kolam tandon di Kampung Garam.

Dari dua tandon itu, air laut dibagi ke tunnel-tunnel untuk produksi garam. Tunnel merupakan metode produksi garam yang memanfaatkan teknologi rumah kaca kristalisasi garam. Dengan cara ini, garam bisa diproduksi sepanjang tahun, bahkan pada musim penghujan sekalipun.

Sistem tunnel memang tampak rumit, namun hasil akhir garam dijamin kualitasnya. Setiap tunnel ada saringan atau filternya.

Dari tunnel pertama dan seterusnya, air garam akan dialirkan setelah mencapai konsentrasi tertentu, hingga di tunnel 6, air garam mulai mengkristal. Oleh karena tersaring di setiap tunnelnya, kotoran atau zat-zat yang tidak dibutuhkan, mulai lumut, kapur, hingga kandungan logam telah terpisahkan.

"Setelah mengkristal dan dipanen, lalu ditiriskan sebelum diproses lebih lanjut sesuai kebutuhan, " kata Ketua Kelompok Usaha Garam Cirat Segoro Renges, Budi Santoso, Rabu (22/9).

Budi baru memulai usaha garam dalam dua tahun terakhir ini. Ia sebelumnya adalah petani. Begitupun teman-temannya yang kini tergabung dalam Kelompok Usaha Garam Cirat Segoro Renges.

Budi memutuskan menyulap lahan pertaniannya menjadi pusat produksi garam. Gayung bersambut. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemkab Kebumen memfasilitasi pengembangan usaha kelompoknya.

Pada tahun 2020, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Ruang Laut KKP memfasilitasi pembangunan 40 tunnel di Kampung Garam Desa Tlogopragoto. Selanjutnya Pemkab Kebumen membantu pemenuhan sarana prasarana (sarpras) serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola Kampung Garam.

Dia menyatakan, produksi garam dengan sistem tunnel punya kelebihan ketimbang metode konvensional atau model irigasi tambak garam. Dengan sistem tunnel, garam yang dihasilkan dinilai lebih bersih.

Produksi garam juga tak mengenal musim. “Hanya, saat musim penghujan waktu produksi lebih panjang karena mengandalkan terik matahari,” katanya.

Dari sisi harga, garam Kebumen masih sulit bersaing dengan garam di pasaran yang lebih murah. Akan tetapi dari sisi kualitas, garam produksi dari pantai selatan Kebumen terjamin.

Bukan hanya penggunaan teknologi tunnel yang membuat produksi garam lebih bersih. Kondisi geografi pantai Kebumen ikut mendukung produksi garam berkualitas. "Air samudera lebih bersih dari pencemaran, " katanya

Usaha garam, menurut Budi, lebih minim risiko ketimbang usaha lain semisal pertanian. Sumber garam tinggal mengambil dari laut yang melimpah. Ia tidak memikirkan perawatan yang rumit seperti merawat tanaman saat masih menjadi petani dulu. "Usaha garam juga tidak ada hama. Risikonya, paling alat rusak saat ada ombak besar di pantai, " katanya. (aqy)

Baca juga: Jersey Baru AHHA PS Pati FC Jelang Pertandingan Liga 2 2021

Baca juga: Jadwal Pelayanan Samsat Keliling Semarang Jumat 24 September 2021, di Simpangllima Buka Sampai Malam

Baca juga: Kemiskinan Ekstrem pada Masa Pandemi, 7 Provinsi Jadi Target Pengentasan pada 2021, Termasuk Jateng

Baca juga: Jadwal Bioskop Kota Semarang Jumat 24 September 2021, Space Jam: A New Legacy Mulai Tayang Hari Ini

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved