Breaking News:

Unsoed Purwokerto

Tim PHP2D Unsoed Purwokerto Gelar Workshop Pengelolaan Desa Agrowisata

Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) melaksanakan kegiatan Workshop.

Editor: abduh imanulhaq
UNSOED
Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Unsoed Purwokerto melaksanakan workshop 

TRIBUNJATENG.COM, UNSOED - Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto melaksanakan kegiatan Workshop.

Tim yang diketuai Wahyu Triani ini beranggotakan Hafilda Shifa Fauziah, Rizqy Tirta Hidayatullah, Miftahul Riski, Hanum Paramaratri, Liana Mizanatul Maulia, Malisa Esra Mutiara, Abror Tegar Kusuma, Fedora Yama Suwardana, Renaldy Dwi Kusumawardana, dan Wavip Zahri Jatmiko.

Workshop mengangkat tema "Pemberdayaan Masyarakat Desa Sunyalangu Berbasis Desa Agrowisata Melalui Revolusi Industri 4.0 Menuju Desa Mandiri dan Berkelanjutan”.

Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, pada 11 September 2021.

Wahyu Triani mengatakan tujuan workshop adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang manajemen pengelolaan agrowisata.

Supaya peserta dapat membangun sistem pengelolaan yang bersinegritas dan berkualitas.

“Dengan workshop ini diharapkan akan dapat mempersiapkan diri baik secara fisik agrowisata dan pengelola dalam meningkatkan value added potensi agrowisata di Desa Sunyalangu pada masa pandemi,” ungkapnya.

Hadir dalam workshop Kepala Desa Sunyalangu Tolchah Mansyur, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB Unsoed Drs. Rakhmat Priyono, M.E, dosen pendamping Arif Andri Wibowo, S.E., M.E. dan perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas sekaligus sebagai pembicara.

Hadir pula perangkat desa, pengurus kelompok sadar wisata, pengelola Bukit Pule, LMDH, dan masyarakat Desa Sunyalangu.

Bahrudin, S.E., M.Si. selaku pemateri memberikan paparan seputar agrowisat.

Dilanjutkan diskusi sehingga materi tersampaikan lebih maksimal.

Pada sesi diskusi, para peserta workshop dibagi menjadi 4 kelompok peserta, yaitu kelompok atraksi, amenitas, accessibility, dan ansiliary.

Masing-masing kelompok menggali budaya wisata, wisata yang ada di Sunyalangu, makanan khas, dan juga akses menuju Desa Sunyalangu.

Kemudian yang paling utama yaitu akses menuju Bukit Pule. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved