Breaking News:

Janur Kuning Gelar Simulasi Pengantin Adat Jawa, Ada Panggih, Sok-sokan dan Sungkeman

Begitu tiba waktunya PPKM Level 2 yang sudah ada pelonggaran untuk acara resepsi pernikahan (terbatas), disambut baik oleh Janur Kuning

Editor: iswidodo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Begitu tiba waktunya PPKM Level 2 yang sudah ada pelonggaran untuk acara resepsi pernikahan (terbatas), disambut baik oleh Janur Kuning, sebuah Paguyuban Pekerja Seni Semarang-Mranggen dan sekitar.

Janur Kuning menggelar Simulasi Pengantin Adat Jawa dan Parade Busana Pengantin sekaligus Launching Bayu Decoration dan peresmian sanggar rias Dewi Nareswari, Minggu (5/9/2021) malam Gang Adem Ayem, Pucanggading, Kelurahan Batursari Kabupaten Demak.

PEKERJA SENI - Sejumlah makeup artis dan rias pengantin foto bersama beberapa pranatacara yang tergabung dalam wadah Janur Kuning Demak dan sekitarnya seusai acara simulasi pengantin adat jawa beberapa hari lalu
PEKERJA SENI - Sejumlah makeup artis dan rias pengantin foto bersama beberapa pranatacara yang tergabung dalam wadah Janur Kuning Demak dan sekitarnya seusai acara simulasi pengantin adat jawa beberapa hari lalu (tribunjateng/mahasiswa Undip Magang)

Acara digelar malam hari, dengan menampilkan upacara adat panggih dalam tradisi Keraton Solo Hadiningrat. Antara lain, setelah akad nikah, dilanjut resepsi yang terdiri dari panggih (pengantin bertemu), injak telur adi, dulang-dulangan antara pengantin (suap-suapan), pengantin wanita basuh kaki pengantin pria, sungkeman dan seterusnya.

Ada 11 Make Up Artis (MUA) ambil bagian dalam acara yang berlangsung meriah ini. Terdapat 12 busana adat pengantin daerah yang ditampilkan. Yaitu ada dari Jawa Barat Sunda Siger, dari Jawa Tengah ada Solo Putri, Solo Basahan, Paes Ageng, Jangan Mener, dan dari Madura.

BASUH KAKI SUAMI - Pengantin putri membasuh kaki pengantin pria menggunakan air kembang sebagai perlambang istri harus berbakti kepada suami, yang disimulasikan oleh Janur Kuning beberapa hari lalu
BASUH KAKI SUAMI - Pengantin putri membasuh kaki pengantin pria menggunakan air kembang sebagai perlambang istri harus berbakti kepada suami, yang disimulasikan oleh Janur Kuning beberapa hari lalu (tribunjateng/mahasiswa Undip Magang)

"Acara ini bertujuan untuk mengenalkan adat busaya kita kepada masyarakat, khususnya adat pengantin jawa. Dengan topik Janur Kuning Mantu memberikan kesempatan kepada para perias, pekerja seni, pranatacara dan lain-lain untuk unjuk kebolehan sekaligus menyambut baik kebijakan pemerintah," kata KRT Mustamin Juniarto MB selaku pendiri dan penasihat Janur Kuning.

Rentetan acara ini diawali doa, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, tahlilan kirim doa, potong tumpeng, parade busaya, simulasi prosesi adat pernikahan Keraton Surakarta, dilanjut perjamuan dan hiburan. (Mahasiswa Undip Magang di Tribun/Suryo Darmasti/Novelia)

SUNGKEM ORANGTUA - Acara sungkeman dalam rangkaian acara adat pengantin Jawa yang disimulasikan oleh Janur Kuning di Pucanggading beberapa waktu lalu.
SUNGKEM ORANGTUA - Acara sungkeman dalam rangkaian acara adat pengantin Jawa yang disimulasikan oleh Janur Kuning di Pucanggading beberapa waktu lalu. (tribunjateng/mahasiswa Undip Magang)
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved