Breaking News:

Melihat Kerajinan Keranjang Seserahan dan Perabot Berbahan Eceng Gondok

Adisti menamai usaha UMKM miliknya itu ASA Home Decor yang merupakan singkatan nama dia sendiri.

Editor: iswidodo
tribunjateng/mahasiswa Undip Magang
KERAJINAN ECENG GONDOK - Adisti bersama beberapa karyawannya sedang membuat aneka kerajinan home decor berbahan eceng gondok, rotan dan bambu di Kota Semarang, beberapa hari lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hobi dan bakat bidang kesenian keterampilan tangan, membuat Adisti Sari Atmaja menekuni pembuatan kerajinan dekorasi ruangan. Perempuan berusia 35 tahun itu, ditemani beberapa karyawannya membuat aneka kerajinan di jalan Sporland 1 No. 3 & 4 dekat Jalan Ronggowarsito, Semarang Timur.
Adisti menamai usaha UMKM miliknya itu ASA Home Decor yang merupakan singkatan nama dia sendiri. Dan hal itu juga dia buktikan pembuatan kerajinan mulai dari tahap awal desain, pembuatan, finishing, dalam pengawasannya. Hal itu dia lakukan demi menjaga kualitas produk buatannya. Apalgi, Adisti sebagai owner juga merangcang dan mendesain sendiri.
Dari tangannya sudah banyak dihasilkan aneka kerajinan antara lain rak bumbu, rak toples, rak gantung, tempat sendok, jam dinding, dan peralatan untuk cafe seperti meja dan hiasan dinding. Kemudian, dari eceng gondok itu juga dibuat menjadi bingkai cermin, karpet rug, cover pot bunga, rak gantung dan lain-lain.

Banyak pesanan
Bahan utama yaitu kayu jati belanda, bambu, rotan, anyaman eceng gondok, pandan kering dan pelepah pisang. Peralatan yang digunakan gergaji mesin, amplas, table saw, paku tembak, kompressor, peralatan cat, dan lain-lain.
"Sampai saya kewalahan, akhirnya punya admin dan sama-sama menata dari nol. Selanjutnya mulai bikin akun Facebook, Instagram, Tokopedia, Shopee, dan lain-lain untuk promosi dan mengenalkan hasil kerajinan. Tak disangka, sambutan netizen luar biasa. Dan akhirnya banjir pesanan dari berbagai daerah Kalimantan, Lombok, Riau, Batam, Bali dan kota lainnya. Mereka pesan ke kita," kata Adisti, Jumat 17 September silam.

Seserahan
Sejak itu dia mantap menekuni usaha Home Decor ini. Dulunya, Adisti bekerja di bidang wedding pada bagian pembuatan seserahan dan dekorasi. Namun, karena terdampak Covid-19, bisnis tersebut akhirnya terhenti. Ia dan suaminya pun harus memutar otak untuk bisa meneruskan hidup dan muncul ide membuat rak bambu dengan modal awal hanya Rp 40 ribu.
Awalnya dipesan oleh reseller. Adisti hanya ambil untung sedikit. Lama-lama makin banyak pemesan dan setelah promo di media sosial, ASA Home Decor sampai kewalahan. Akhirnya tambah karyawan dan buka cabang di Salatiga. Dan produk kerajinan yang dihasilkan pun makin bervariasi. Tambah jenis furniture, wall decor dari bahan kayu."Harus teliti dan sabar supaya hasil bagus serta detail. Agar produk awet dan menarik," terangnya.
Ketika tim mahasiswa Undip magang mengunjungi tempat usahanya, tampak beberapa karyawan membuat berbagai dekor, antara lain keranjang hantaran, cover pot, furniture meja, kursi, rak piring, wadah sendok dan tisu pesanan kafe serta rumah makan.
Adisti yang suka menggambar ini menuturkan bahwa proses dan waktu pembuatan furniture yang satu dengan yang lainnya itu berbeda. Semuanya tergantung pada jenis pesanan dan tingkat kerumitan desain.
"Beberapa kafe pesan produk khusus, sehingga desain berbeda dengan lainnya. Kitchen set dan meja display juga dipesan secara khusus, baik desain maupun ukurannya. Finishing yang rumit dan njelimet kami kerjakan dengan senang hati dan teliti," tutur dia.
Tempat usahanya buka mulai pukul 10.00 hingga sore hari. Harga produk dia murah, mulai dari Rp 20 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung ukuran dan kerumitan kerajinan tangan itu. "Kami bersyukur sekarang sudah ramai pesanan lagi," pungkasnya. (Tribunjateng/Mahasiswa Undip Magang/Cikal-Karin)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved