Breaking News:

Berita Semarang

Petugas Lapas Semarang Temukan Bungkusan Berisi Narkoba dan Pil Koplo, Diduga Dilempar daru Luar

Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang masih saja terus terjadi

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muslimah
Dok Lapas Semarang
Petugas menemukan bungkusan berisi narkotika yang akan di selundupkan ke dalam blok hunian Lapas Semarang, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang masih saja terus terjadi.

Petugas Lapas Kelas I Semarang, Galang Permadi, menemukan bungkusan berisi narkotika pada area branggang sekat antara tembok terluar sekitar pukul 17.00, Jumat (24/9/2021) kemarin.

Kejadian berawal pada saat Galang bertugas kontrol keliling pada area branggang tersebut.

"Petugas menemukan psikotropika jenis sabu dan pil koplo dalam bentuk bungkusan berwarna coklat," kata Kalapas Semarang, Supriyanto, Sabtu (25/9/2021).

Supriyanto yang juga Plt Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah itu menduga, barang haram tersebut hendak diselundupkan ke dalam Lapas dengan modus melempar dari luar tembok ke dalam blok.

"Namun upaya tersebut gagal tidak sampai ke dalam blok hunian. Sehingga jatuh ke area branggang. Bungkusan itu berisi narkotika jenis sabu seberat 10 gram dan 100 butir pil koplo," ungkap Supriyanto.

Temuan tersebut telah dilaporkan ke Polsek Ngaliyan untuk ditindaklanjuti. Petugas Polsek Ngaliyan yang datang ke Lapas langsung melakukan pemeriksaan dan serah terima barang bukti.

"Barang bukti penyelundupan narkoba tersebut sudah kami serahkan ke Polsek Ngaliyan untuk dapat dilakukan penyelidikan lanjutan," tambahnya.

Mengantisipasi hal tersebut, Lapas Semarang sudah berupaya memasang CCTV untuk di luar tembok dan mengoptimalkan petugas dalam melakukan kontrol keliling ke luar tembok secara berkala. Supriyanto mengapresiasi upaya penggagalan penyelundupan narkoba oleh petugas Lapas.

"Ini merupakan bukti keseriusan jajaran Lapas dalam menegakkan komitmen untuk perang terhadap narkoba," jelas Supriyanto.

Hal itu sebagaimana edaran dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang meminta agar petugas selalu memperketat pengawasan, penggeledahan dan memeriksa setiap barang dan orang yang akan melewati penjaga pintu utama (P2U) dan zero halinar (handphone, pungutan liar dan narkoba). (Nal)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved