Breaking News:

Berita Internasional

Taliban Pamerkan 4 Mayat Penculik sebagai Peringatan untuk Warga Afghanistan

Dilansir AP Sabtu (25/9/2021), satu jasad digantung dengan tiga jenazah lainnya dibawa ke seluruh penjuru Herat.

AP PHOTO/TARIQ ACHAKZAI
Dalam file foto 14 Juli 2021 ini, para pendukung Taliban membawa bendera putih tanda tangan mereka setelah Taliban mengatakan mereka merebut kota perbatasan Afghanistan Spin Boldaka di seberang kota Chaman, Pakistan. AP PHOTO/TARIQ ACHAKZAI 

TRIBUNJATENG.COM, HERAT - Di kota Herat, Afghanistan, Taliban menggantung mayat terduga pelaku penculikan.

Taliban melakukannya sebagai bentuk peringatan kepada warga.

Hal itu terjadi setelah pejabat milisi yang terkenal menyatakan, mereka berencana mengembalikan lagi sejumlah eksekusi.

Baca juga: Taliban Buru Harta Karun Berusia 2.000 Tahun, Termasuk Sebuah Mahkota Emas

Wazir Ahmad Seddiqi, yang mengelola toko obat di dekat alun-alun mengungkapkan, milisi membawa empat jenazah ke sana.

Dilansir AP Sabtu (25/9/2021), satu jasad digantung dengan tiga jenazah lainnya dibawa ke seluruh penjuru Herat.

Orang-orang berkumpul di alun-alun kota Herat di barat Afghansitan, di mana Taliban menggantung mayat terduga penculik menggunakan crane pada Sabtu, 25 September 2021. Taliban mengumumkan jasad itu digantung sebagai peringatan jika ada yang hendak berbuat jahat.(AP PHOTO/-)
Orang-orang berkumpul di alun-alun kota Herat di barat Afghansitan, di mana Taliban menggantung mayat terduga penculik menggunakan crane pada Sabtu, 25 September 2021. Taliban mengumumkan jasad itu digantung sebagai peringatan jika ada yang hendak berbuat jahat.(AP PHOTO/-) (Kompas.com/Istimewa)

Seddiqi mengatakan, Taliban mengumumkan empat mayat yang mereka pamerkan terlibat dalam upaya penculikan.

Diberitakan BBC, keempat orang itu terbunuh dalam baku tembak karena menculik seorang pengusaha dan putranya.

Wakil Gubernur Herat Maulwai Shair Ahmad Emar mengatakan, milisi melacak mereka dan berhasil membunuh keempatnya.

"Kami menggantung empat jasad mereka di alun-alun kota sebagai peringatan akan penculik lainnya," kata Emar dikutip media Afghanistan.

Ziaulhaq Jalali, kepala polisi distrik setempat menuturkan, anggota milisi dan warga sipil terluka dalam konflik melawan penculik.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved