Breaking News:

Berita Banyumas

Kisah Edi Warga Banyumas Manfaatkan Sampah Organik dan Eco Enzyme Jadi Disinfektan

Muhammad Edi Wibowo (50) warga Tambaksogra, Sumbang, Banyumas berinisiatif membuat disinfektan dari bahan sampah organik dan eco enzyme

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sepulang dari pasar sekira pukul 16.00, dia mulai mengumpulkan buah-buahan yang membusuk dan sayuran yang sudah rusak.

Kegiatan itu awalnya membuat warga sekitar rumahnya bertanya-tanya, akan digunakan apa sayur dan buah-buahan itu. 

Dialah Muhammad Edi Wibowo (50) warga RT 2 RW 1, Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Banyumas yang berinisiatif membuat disinfektan dari bahan sampah organik dan eco enzyme

Pria yang kesehariannya berjualan sembako di pasar ini sudah hampir dua tahun ini menekuni pembuatan disinfektan dari limpah organik. 

Pada awal pandemi Covid-19 tahun lalu, adiknya yang baru pulang dari Kalimantan mengajarinya kegunaan eco enzyme.

Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi campuran sampah organik berupa sayuran atau buah-buahan dengan molase atau gula tebu bisa juga aren

Tahapan pembuatannya mudah, pertama sampah organik itu dicuci bersih dengan air dan campuran Eco-enzyme murni sekira 5 ml lalu dipotong-potong.

Setelah itu ditimbang, kurang lebih dengan ukuran 3 kilogram. 

Siapkan wadah besar dengan ukuran kurang lebih berkapasitas 20 liter air. 

Masukkan air kurang lebih dengan takaran 12 liter, kemudian limbah organik 3 kilogram dan 1.2 molase.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved