Breaking News:

Berita Pekalongan

Wali Kota Aaf Ingatkan Guru Agar Beri Contoh Penerapan Prokes Ketat ke Peserta Didik

Pemerintah Kota Pekalongan telah membuka sekolah untuk PTM secara terbatas pada awal September 2021 lalu.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan telah membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas pada awal September 2021 lalu.

Agar pelaksanaan PTM terbatas ini terus berjalan dengan baik, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengingatkan kepada para tenaga pendidik untuk disiplin dan menjadi contoh menerapkan protokol kesehatan secara ketat kepada para peserta didiknya.

Aaf, sapaan akrab Wali Kota Pekalongan, mengungkapkan, bahwa belajar dari kasus-kasus penularan Covid-19 di lingkungan sekolah yang menyebabkan PTM harus dihentikan sementara di berbagai daerah di Jawa Tengah, para guru sebagai tenaga pendidik wajib memberikan pengawasan dan contoh kepada siswa-siswinya agar tidak ada klaster sekolah.

"Hampir 2 tahun sekolah tidak menggelar tatap muka, sekarang alhamdulillah Kota Pekalongan sudah melakukan PTM terbatas meskipun dalam taraf uji coba.

"Tapi, saya pesan harus tetap hati-hati. Jangan sampai ada klaster sekolah seperti yang terjadi di Purbalingga, Jepara, Blora dan daerah lainnya. Pesan saya kepada bapak ibu guru semuanya saat mengajar harus menerapkan prokes yang ketat," ungkap Aaf kepada Tribunjateng.com, Minggu (26/9/2021).

Pihaknya menjelaskan, meski saat ini kasus Covid-19 di Kota Pekalongan sudah mulai kondusif dan mengalami penurunan, hal ini tidak membuat masyarakat khususnya para pendidik terlena abai dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pasalnya, kasus Covid-19 saat ini belum usai dan masih ada beberapa pasien yang dirawat di ruang IGD.

"Kami bersama tim satgas Covid-19 Kota Pekalongan juga terus melakukan tracing di beberapa titik lokasi untuk menekan kasus penularan Covid-19 di Kota Pekalongan."

"Walaupun kasus covid di Kota Batik kondisinya sudah kondusif menurunnya, tetapi Covid-19 ini belum hilang 100 %, masih ada sekitar 4 pasien yang di ruang IGD tetapi bukan di ruang isolasi dengan bergejala ringan, dan kemarin kami sudah lakukan tracing baik di Lapangan Mataram dan Alun-Alun Kota Pekalongan alhamdulilah masyarakatnya Kota Pekalongan sehat-sehat semua dan hasilnya non reaktif dari tracing tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Aaf dengan mulainya kegiatan-kegiatan pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat diminta harus tetap waspada, termasuk dalam penyelenggaraan PTM terbatas ini.

"Kondisi Covid-19 di Kota Pekalongan sudah kondusif dan sudah zona kuning (level 2), tinggal akan dilakukan percepatan vaksinasi. Aturan dari pusat minimal 50 % vaksinasi harus tercapai di bulan ini. Sementara Kota Pekalongan cakupan vaksinnya masih sekitar 42 % dan masih termasuk yang terendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved