Breaking News:

Berita Internasional

Italia Tak Akui Pemerintahan Afghanistan Bentukan Taliban, Sebut Ada 17 Teroris Jadi Menteri

Italia juga mendesak komunitas internasional untuk mencegah keruntuhan keuangan di Afghanistan karena bakal memicu arus migrasi dalam jumlah yang masi

Editor: m nur huda
Kompas.com/Istimewa
Orang-orang berkumpul di alun-alun kota Herat di barat Afghansitan, di mana Taliban menggantung mayat terduga penculik menggunakan crane pada Sabtu, 25 September 2021. Taliban mengumumkan jasad itu digantung sebagai peringatan jika ada yang hendak berbuat jahat.(AP PHOTO/-) 

TRIBUNJATENG.COM, ROMA – Italia menyatakan tak mengakui pemerintahan Afghanistan yang dibentuk Taliban.

Italia juga mendesak komunitas internasional untuk mencegah keruntuhan keuangan di Afghanistan karena bakal memicu arus migrasi dalam jumlah yang masif.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio pada Minggu (26/9/2021) sebagaimana dilansir Reuters.

Italia memegang presidensi G20 tahun ini dan ingin menjadi tuan rumah pertemuan puncak khusus di Afghanistan.

“Pengakuan (terhadap) pemerintah Taliban tidak mungkin karena ada 17 teroris di antara para menteri, dan hak asasi perempuan dan anak perempuan terus dilanggar,” kata Di Maio, kepada saluran televisi Rai 3.

Namun, lanjut Di Maio, rakyat Afghanistan harus mulai menerima dukungan keuangan yang dibekukan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan bulan lalu.

Dia menambahkan, jika keuangan di Afghanistan mandek, rakyat Afghanistan tidak akan memiliki penghasilan dan memicu arus migrasi yang masif.

“Jelas, kita harus mencegah Afghanistan dari ledakan dan arus migrasi yang tidak terkendali yang dapat mengganggu stabilitas negara-negara tetangga,” kata Di Maio.

Di Maio menuturkan, ada berbagai cara untuk menjamin dukungan keuangan ke Afghanistan tanpa memberikan uang kepada Taliban.

“Kami juga telah sepakat bahwa sebagian dari bantuan kemanusiaan harus selalu ditujukan untuk perlindungan perempuan dan anak perempuan,” tambah Di Maio.

Di Maio menuturkan, segara-negara G20 bersama dengan tetangga-tetangga Afghanistan berkomitmen untuk memerangi terorisme, dan bekerja untuk perlindungan hak asasi manusia.

Ditanya kapan tepatnya bagi para pemimpin G20 untuk bertemu di Afghanistan, Di Maio mengatakan bahwa itu akan dilakukan dalam beberapa pekan mendatang.

"Tanggalnya belum diumumkan tetapi ada syarat untuk mengadakan pertemuan puncak para pemimpin G20, yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Italian Mario Draghi," ujar Di Maio.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Italia Tak Mau Akui Pemerintah Afghanistan Bentukan Taliban

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved