Breaking News:

Guru Berkarya

Konten Video Mudahkan Pahami Logika Teknik

Penulis sebagai pengampu mata pelajaran Instalasi Motor Listrik di SMKN 2 Sragen pada pembelajaran daring menggunakan konten pembelajaran berupa video

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sugiyanto SPd, Guru Teknik Listrik SMKN 2 Sragen 

Oleh: Sugiyanto SPd, Guru Teknik Listrik SMKN 2 Sragen

KONDISI pandemi virus Covid-19 di Indonesia belum sepenuhnya aman. Meski sebagian daerah sudah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), namun di beberapa kota/kabupaten masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online atau pembelajaran daring.

Model pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi ini membuat pengajar dan siswa harus akrab dengan berbagai perangkat digital. Pembelajaran dengan berbagai perangkat digital ini tidaklah mudah bagi pengajar dan siswa. Guru membutuhkan persiapan dan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, mudah diterima dan dipahami oleh siswa.

Setelah sekian lama pembelajaran ini berlangsung, makin terasa banyak sekali kendala yang dihadapi. Mulai dari hilangnya interaksi langsung antar siswa maupun siswa dengan pengajar, infrastruktur jaringan yang tidak memadai, perangkat digital yang kurang mendukung, pengawasan orang tua, dan kualitas pengajar yang masih gagap terhadap perangkat digital.

Kualitas pengajar yang masih gagap terhadap perangkat digital biasanya akan memunculkan materi atau konten pembelajaran yang diberikan pada siswa menjadi kurang menarik. Padahal guru yang sukses dalam menerapkan pembelajaran daring adalah guru yang pintar memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses penyampaian materi kepada siswa. Menjadi sebuah kewajaran jika kita banyak mendengar keluhan tentang pembelajaran yang tidak efektif maupun siswa didik mengalami kejenuhan dan kebosanan.

Hilangnya interaksi langsung antara siswa dengan pengajar merupakan masalah besar bagi pengajar, karena anak-anak belajar dari manusia (teman dan gurunya) mereka membutuhkan interaksi fisik untuk membangun hubungan berdasarkan kepercayaan, empati dan hubungan emosional (Nadiem Makarim, 2021). Hal ini sangat terasa pada pembelajaran mata pelajaran teknik yang bersifat kompetensi ketrampilan. Pembelajaran pada mata pelajaran teknik, siswa membutuhkan penalaran yang kuat untuk bisa memahami materi.  

Penalaran itu akan timbul jika siswa kontak langsung dengan peralatan teknik dan pengarahan dari pengajar sehingga mudah memahami materi teknik sebagai kompetensi standart. Kehadiran berbagai perangkat digital dan konten digital yang menarik dalam proses pembelajaran daring sejatinya diharapkan mampu menyampaikan logika teknik dan menggantikan kualitas interaksi langsung antara siswa dengan pengajar.

Melalui perangkat digital banyak konten dan metode pembelajaran sudah dibuat oleh pengajar dan praktisi pendidikan terkait dengan proses pembelajaran daring. Hal ini demi mendongkrak semangat belajar siswa yang semakin menurun serta terwujudnya proses pembelajaran daring yang efektif. Salah satu yang menarik adalah pembuatan konten pembelajaran berupa video, ini karena media video pembelajaran bisa membuat siswa tertarik, meningkatkan pengetahuan, meningkatkan daya imajinasi, daya pikir kritis dan memicu siswa lebih berpartisipasi (Kurniawan, 2016).

Video yang digunakan oleh pengajar biasanya merupakan video pembelajaran yang telah diunggah di channel YouTube.  Bisa juga video pembelajaran dibuat sendiri oleh pengajar dengan cara mengambil dari beberapa sumber internet kemudian dimodifikasi sedemikian rupa agar lebih menarik dan mudah dipelajari dan tentunya disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan.

Bagi pengajar sebenarnya tidak terlalu sulit untuk membuat konten video pembelajaran ini. Sedikit saja kita mau belajar tentang aplikasi video, aplikasi FastStone, Bandicam atau yang lain dengan mudah kita bisa membuat konten video pembelajaran. Keuntungan menggunakan konten pembelajaran berupa video bagi pengampu mata pelajaran teknik adalah siswa lebih tertarik dan mudah menangkap alur logika teknik karena berupa gambar yang bergerak.

Penulis sebagai pengampu mata pelajaran Instalasi Motor Listrik di SMKN 2 Sragen pada pembelajaran daring telah menggunakan konten pembelajaran berupa video. Dari beberapa kali tugas yang diberikan pada 32 siswa, hasil yang dicapai dari awal 40 persen siswa dengan katagori paham. Setelah menggunakan konten video pembelajaran meningkat menjadi 63 persen siswa dengan katagori paham pada penalaran teknik.  

Kenyataan ini memberi gambaran pada kita   bahwa konten pembelajaran daring yang berupa video lebih menarik dan mempermudah siswa memahami penalaran teknik. Memang kalau kita bicara ideal pembelajaran dengan interaksi langsung yang mendalam antara siswa dengan pengajar akan memberi warna paling efektif. Interaksi antara guru dan siswa dapat terlihat ketika pembelajaran berlangsung guru memberi salam, menunjukkan ekspresi yang bahagia serta memberikan pujian merupakan ciri interaksi yang baik.

Berdasar kenyataan di atas, pandemi memberikan pelajaran bagi kita bahwa perkembangan pemanfaatan teknologi dalam proses penyampaian materi secara tepat akan mempermudah kita dalam proses pembelajaran daring. Sedangkan pembelajaran melalui proses dialog, interaksi, dan modeling dari para pengajar adalah metode terbaik agar manusia muda menjadi pribadi yang pandai, dewasa dan berbudaya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved