Breaking News:

Mendag Bidik Transaksi 1,5 Miliar Dollar AS pada TEI 2021

TEI merupakan ajang yang yang berisikan agenda forum diskusi hingga wadah mempromosikan produk buatan Indonesia untuk dipasarkan secara global.

Editor: Vito
Tribunnews.com/Istimewa/Sekretariat Presiden
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal kembali menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 tahun 2021 bertema 'Reviving Global Trade', yang akan diselenggarakan secara digital.

TEI merupakan ajang yang yang berisikan agenda forum diskusi hingga wadah mempromosikan produk buatan Indonesia untuk dipasarkan secara global.

Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi mengatakan, event itu akan berlangsung mulai 21 Oktober hingga 4 November secara daring, dan showcase produk akan digelar hingga 20 Desember 2021.

Menurut dia, kegiatan itu bakal diikuti oleh 1.000 perusahaan, serta dihadiri setidaknya 5.000 visitor dan buyers dari mancanegara.

Dari ajang itu, Kemendag menargetkan mampu meraup total transaksi sekitar 1,5 miliar dollar AS, atau setara dengan Rp 21,38 triliun (asumsi kurs Rp 14.257/dollar AS).

“Dengan beberapa pembeda dibandingkan TEI sebelumnya, kami optimistis TEI ke-36 tahun 2021 dapat mencapai target transaksi dagang lebih besar hingga 1,5 miliar dollar AS, dan diikuti oleh 1.000 perusahaan,” katanya, dalam 'Opening Ceremony 36th Trade Expo Indonesia 2021', Senin (27/9).

Dalam kondisi pandemi covid-19, Mendag menuturkan, mobilitas masyarakat turun secara drastis, sehingga kegiatan promosi dan pameran seperti TEI ini sangat harus dilakukan secara inovatif melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Penyelenggaraan TEI ke-36 edisi digital di 2021 itu juga sebagai upaya untuk terus mendongkrak kinerja perdagangan nasional yang saat ini juga terus mengalami pertumbuhan positif.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Agustus 2021 secara keseluruhan mencatat surplus 19,17 miliar dollar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama pada 2020 sebesar 10,96 miliar dolar AS.

“Pertumbuhan ekspor Indonesia sangat dipengaruhi pemulihan ekonomi global dan meningkatnya permintaan dari negara-negara mitra dagang Indonesia,” ucap Lutfi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved