Tuti Nusandari Roosdiono
Tuti Nusandari Roosdiono : Masyarakat harus Cermat sebelum Memilih Obat dan Makanan
Pentingnya pemilihan obat obatan dan makanan bagi tubuh, Tuti Nusandari Roosdiono anggota Komisi IX DPR RI menyelengarakan kegiatan edukasi
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN -- Pentingnya pemilihan obat obatan dan makanan bagi tubuh, Tuti Nusandari Roosdiono anggota Komisi IX DPR RI menyelengarakan kegiatan edukasi pentingnya pemilihan obat obatan dan makanan yang aman dan sesuai anjuran untuk kesehatan, Sabtu (25/8).
Bekerjasama dengan BPOM sebagai mitra kerja di DPR Tuti menjelaskan masyarakat harus cermat sebelum memilih obat dan makanan.
" Penting untuk kita tahu apa yg harus diperhatikan sebelum membeli seperti dilihat dari kemasannya, ijin edarnya, dan juga perhatikan cara pemakaian, efek sampingnya serta penyimpanan obat dan makanan yg akan kita konsumsim" ucap Tuti.
Tuti mengharapkan dengan informasi yang disampaikan dapat bermanfaat dan dapat memproteksi warga agar terhindar dari peredaran bahan bahan yang berbahaya.
Tidak lupa pihaknya juga terus menginggatkan untuk mematuhi prokes dimana pun berada.
" Yang sudah vaksin 2 kali bagus, yang masih sekali jangan lupa dosis kedua nya. Tapi tetap semua nya untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan 5 M meskipun sudah vaksin" tutupnya.
Turut hadir dalam acara H. Ngesti Nugraha, SH, MH. Bupati Kabupaten Semarang, Drs. Sandra M.P Lithin, Apt, M. Kes selaku Kepala BBPOM Semarang dan Drs. Pujo Pramujito selaku Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kab.
Dalam sambutanya Ngesti Nugraha menyampaikan dukunganya dalam kegiatan sosialisasi ini.
"saya dukung terus program bu Tuti ini, karena semua nya bagus dan bermanfaat jadi tolong semua peserta hari ini disimak baik baik, yang tidak paham ditanyakan. "
Terkait vaksinasi pihaknya menambahkan, " Betul kata bu Tuti meski sudah vaksinasi tetap harus jaga prokes, yang sudah divaksin 1 kali kemungkinan terkena covid 15%, sedangkan yang sudah vaksin 2 kali kemungkinan terkena hanya 6%, nah bagi yang tidak vaksin sama sekali bisa terkena 75-80%, sehingga paham kan kenapa vaksin itu penting "
Acara yang di selenggarakan di Kecamatan Tengaran ini diikuti hampir 200 peserta dengan prokes yang ketat.
Melalui acara tersebut Drs. Sandra M.P Lithin memaparkan tiga bahan pangan berbahaya dan jamu jamuan yang dicampur dengan bahan obat berbahaya.
" Tiga bahan makanan berbahaya yang berakibat fatal apabila tercampur dimakanan yaitu, pengawet formalin, boraks dan pewarna tekstil. Jangan main main sebab mengonsumsi makanan tersebut bisa mengakibatkan berbagai masalah seperti gagal ginjal." Ucapnya
Pihaknya juga menjelaskan ada bahan campuran obat di dalam jamu jamuan.
"Kami masih menemukan bahan campuran obat di jamu yang takarannya melebihi anjuran pakai. Jadi sebaiknya beli produk dicek KLIK (kemasan, label, ijin edar, dan kadaluarsa) dulu." Imbuhnya. (*)
