Breaking News:

Perbankan

BRI Agro Ubah Nama Jadi Bank Raya

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) resmi merubah nama perusahaan, dalam rangka merubah citra menjadi bank digital.

istimewa via kontan.co.id
Jajaran direksi dan manajemen BRI Agro berbincang, dalam RUPSLB yang menyetujui perubahan nama menjadi Bank Raya, di Jakarta, Senin (27/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) resmi merubah nama perusahaan, dalam rangka merubah citra menjadi bank digital.

Hal itu merupakan hasil dari gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar perusahaan pada Senin (27/9).

Direktur Utama BRI Agro, Kaspar Situmorang mengatakan, anak perusahaan PT Bank Rakyat Idonesia (Persero) Tbk itu mengubah nama menjadi Bank Raya.

"Seiringan dengan ulang tahun Bank BRI Agro ke-32 tahun, kami telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk merubah nama menjadi Bank Raya," tuturnya, dalam Public Expose, Senin (27/9).

Menurut dia, perubahan tersebut selaras dengan rencana perubahan model bisnis perusahaan menjadi bank digital.

Bahkan, Bank Raya telah merilis layanan digital saving.

"Ini seiring dengan komitmen kami untuk merubah image BRI Agro yang sebelumnya lengkap dengan agrikultur atau bank sawit, hingga sepenuhnya berorientasi menjadi bank digital," paparnya.

Kaspar menuturkan, pandemi covid-19 menjadi sebuah katalis bagi industri perbankan untuk melakukan transformasi digital.

"Khususnya bagi industri perbankan terutama yang menyasar ke segmen non-korporasi pun harus menyesuaikan dengan kondisi ini," ucapnya.

Sebagai informasi, bank bersandi saham AGRO itu mencatatkan penurunan aset 2,98 persen yoy dari Rp 26,18 triliun menjadi Rp 25,4 triliun per Juni 2021.

Sedangkan kredit turun 4,29 persen yoy dari Rp 19,19 triliun menjadi Rp 18,3 triliun. DPK bank itu juga turun 4,82 persen yoy dari Rp 21,06 triliun menjadi Rp 20,05 triliun.

Penurunan kinerja itu seiring dengan bank yang melakukan transformasi digital, dengan mengurangi kredit sedang dan lebih menyasar kredit yang plafon lebih kecil, tetapi bisa menjangkau lebih banyak nasabah.

Adapun, BRI Agro menyelenggarakan RUPSLB dengan dua agenda rapat, yakni mengenai perubahan nama perusahaan dan persetujuan penerbitan saham baru melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD). (Kompas.com/Kontan.co.id)

Baca juga: Menteri Perdagangan Bidik Transaksi 1,5 Miliar Dollar AS pada TEI 2021, Apa itu TEI?

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 3 SD Tema 3 Halaman 134 135 136 137 142 144 149 150 151

Baca juga: Kemenhub Bentuk Indonesia SEA untuk Atasi Hambatan Distribusi Logistik

Baca juga: Solskjaer Rawan Dipecat, Sudah Beli Ronaldo, Sancho, Varane Namun Manchester United Kalah Beruntun

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved