Breaking News:

Berita Jepara

Bupati Jepara Dian Kristiandi Minta Warga Aktifkan Musala Jadi Pusat Pendidikan untuk Anak-anak

Bupati Jepara Dian Kristiandi meminta warga untuk memfungsikan musala tak sekedar tempat melaksanakan salat berjamaah.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Bupati Jepara Dian Kristiandi memasang stiker tentang protokol kesehatan di Musala Darussalam, Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Selasa (29/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bupati Jepara Dian Kristiandi meminta warga untuk memfungsikan musala tak sekedar tempat melaksanakan salat berjamaah.

Lebih dari itu, kata dia, musala juga bisa difungsikan sebagai pusat pendidikan untuk anak-anak.

Menurutnya, anak-anak sebagai generasi penerus harus dibekali dengan ilmu agama yag cukup dan unggah-ungguh dalam berperilaku.

Untuk itu, musala bisa digunakan anak-anak untuk menimba ilmu mengaji dan yang lainnya.

Baca juga: Cedera Ligamen, Pemain Persis Solo Irfan Jauhari Akan Absen dalam Laga Kontra Laskar Kalinyamat

Baca juga: Penataan Lapak Dirasa Kurang Adil, Pedagang Johar Semarang Berencana Demo ke Pemkot

Baca juga: Hercules Preman Pensiun, Kini Jadi Murid Gus Miftah dan Ustadz Yusuf Mansur

"Musala digunakan untuk pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal," terang pria yang akrab disapa Andi saat giat Musala Bergerak di Musala Darussalam, Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Selasa (28/9/2021).

Dikatakan Andi, pendidikan non formal bisa dilangsungkan di musala dengan cara mengajak anak-anak berdiskusi.

Selain itu juga bisa digunakan untuk medium mengajarkan anak tentang sopan santun.

Ketika itu sudah dilakukan, lanjut Andi, maka tujuan dari Musala Bergerak yang kini terus digalakkan sudah tercapai.

"Arti Musala Bergerak itu kurang lebih musala bisa digunakan untuk kegiatan lain. Entah kegiatan untuk anak-anak dan yang lainnya," terangnya.

Andi juga meminta tokoh agama di Desa Batealit bisa memberi contoh kepada warga untuk mematuhi protokol kesehatan. Peran tokoh agama, kata dia, sanga signifikan dalam menangani pandemi ini.

Baca juga: Perpustakaan ITTP Purwokerto Raih Gelar Juara Harapan I ALIA 2021

Baca juga: Bupati Jepara Jajal Motor Khusus Difabel, Kunjungi Bengkel Modifikasi Jimin

Baca juga: Bakesbangpol Cilacap Gandeng KPU Kelola Data Berbasis Digital, Olah Pendidikan Politik Masyarakat

Untuk itu, Andi meminta tokoh agama dan tokoh masyarakat tidak bosan-bosan untuk terus mengingatkan kepada masyarakat apabila tidak memakai masker atau tidak jaga jarak. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved