Breaking News:

Berita Investasi

Kemenhub Bentuk Indonesia SEA untuk Atasi Hambatan Distribusi Logistik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah memformulasikan upaya yang dapat menjadi solusi mengatasi hambatan distribusi logistik untuk kegiatan ekspor

ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berbincang dengan pemudik saat meninjau pelayanan angkutan lebaran dan fasilitas di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Minggu (2/6/2019). Budi Karya Sumadi juga melakukan tinjauan tiga lokasi yakni Terminal Bus Pulo Gebang dan Stasiun Kereta Api Senen serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta guna mengetahui kesiapan sarana dan prasarana untuk upaya kelancaran kegiatan arus mudik dan balik 2019. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah memformulasikan upaya yang dapat menjadi solusi mengatasi hambatan distribusi logistik untuk kegiatan ekspor.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai, untuk memastikan pelayanan distribusi ekspor barang tidak terhambat diperlukan langkah konkret dan sinergi antara pemerintah serta stakeholder.

"Satu upaya dari Kemenhub yaitu melalui pembentukan program Indonesia Shipping Enterprises Alliance atau Indonesia SEA untuk menjadi solusi hambatan distribusi logistik," katanya, Senin (27/9).

Menurut dia, hambatan distribusi logistik untuk kegiatan ekspor khususnya yang terjadi semenjak pandemi Covid-19, disebabkan karena beberapa hal.

"Hambatan tersebut yaitu karena terjadinya kelangkaan kontainer, melambungnya ocean freight, serta tidak tersedianya ruang muat di atas kapal," ucapnya.

Budi Karya menuturkan, program itu menjadi satu upaya dalam pemberdayaan pelayaran nasional dengan membentuk sebuah aliansi untuk mengangkut kargo dengan pasar luar negeri atau ekspor, yang selama ini lebih banyak dilakukan oleh armada asing.

Kemenhub juga mengembangkan media komunikasi digital bernama SEACOMM atau Shipping Enterprises Alliance Communication Media.

SEACOMM merupakan platform bagi perusahaan pelayaran (penyedia ruang muat kapal) dan eksportir (pemilik barang) yang dapat digunakan untuk bertukar informasi terkait dengan ketersediaan ruang muat, kuantitas, dan jenis produk ekspor, asal produk ekspor, dan pengusaha ekspor.

Menurut dia, sistem itu akan diintegrasikan di dalam sistem induk yang ada pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang dapat diakses melalui aplikasi berbasis web.

Ia berujar, pembentukan Indonesia SEA dan SEACOMM itu juga selaras dengan Instruksi Presiden No. 5/2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved