Breaking News:

Sejumlah Industri Beroperasi 100% di Tengah PPKM, Pacu Ekspor dan Tambah Pekerja

kebijakan operasional industri 100 persen dinilai tepat dan bermanfaat, karena mereka sedang memacu produktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Editor: Vito
Tribun Jateng/ Mamdukh Adi
ilustrasi - Sejumlah buruh tengah bekerja di satu perusahaan garmen di Kawasan Industri Candi Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus melakukan monitoring aktivitas sektor industri yang beroperasi 100 persen di tengah masih berlakunya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Langkah ini sekaligus untuk memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin di lingkungan operasional industri.

"Beberapa waktu lalu, kami telah melakukan kunjungan kerja di Jawa Tengah untuk memantau sejumlah sektor industri yang berkategori esensial," kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT), Muhammad Khayam, Selasa (28/9).

Perusahaan yang ditinjau tersebut ialah PT Globalindo Intimates (GI) di Kabupaten Klaten yang merupakan industri garmen, dan PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) di Salatiga mewakili industri alas kaki.

"Pada saat itu, kami berdialog dengan pimpinan perusahaan tentang manfaat dan kendala implementasi kebijakan operasional industri 100 persen," tuturnya.

Menurut dia, kedua perusahaan mengakui adanya kebijakan operasional industri 100 persen sangat tepat dan bermanfaat, karena mereka sedang memacu produktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, khususnya wilayah Eropa dan Amerika.

"Saat ini, PT GI dan PT SCI sedang mendapatkan limpahan order dari Vietnam dan negara kawasan lain yang sedang lockdown akibat pandemi covid-19 gelombang kedua," ungkap Khayam.

Limpahan order tersebut menyebabkan PT GI dan PT SCI akan berproduksi full capacity hingga 2023. Hal itu bahkan membuat kedua perusahaan akan menambah jumlah tenaga kerjanya.

"Jumlah tenaga kerja PT GI saat ini sebanyak 3.800 orang dan akan ditambah menjadi lebih dari 6.000 orang. Sedangkan PT SCI akan menambah tenaga kerja menjadi 9.000 orang dari jumlah existing 5.400 orang," terangnya.

Khayam menjelaskan, sebagaimana amanat Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 juncto No. 5 Tahun 2021 tentang Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19, industri yang beroperasi pada masa PPKM harus menerapkan protokol kesehatan pada operasional produksinya.

"PT GI dan PT SCI yang telah mendapatkan izin operasional produksi 100 persen telah melaksanakan protokol kesehatan dan mengimplementasikan aplikasi PeduliLindungi dengan baik," ucap Khayam.

Kedua perusahaan itu memberlakukan protokol kesehatan yang mencakup 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjaga asupan makanan dan minuman sehat, serta menjauhi kerumunan.

Selain itu, kedua perusahaan juga menerapkan 3T, yakni testing, tracing dan treatment pada seluruh karyawan.

Sejauh ini, Khayam menyatakan, tingkat vaksinasi karyawan di PT GI mencapai 95 persen untuk vaksin pertama dan 75 persen untuk vaksin kedua. Sedangkan tingkat vaksinasi karyawan di PT SCI sebesar 78 persen untuk vaksin pertama dan kedua.

"Karyawan yang belum divaksin adalah penyintas covid-19, ibu hamil, dan komorbid. PT GI dan PT SCI telah menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada seluruh karyawan untuk pengendalian kasus covid-19," jelasnya. (Tribunnews/Sanusi/Lita Febriani)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved