Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

3 Cara Melihat Postingan Instagram yang Dikunci Tanpa Follow 2021

cara melihat postingan akun Instagram yang diprivat: kamu tinggal buka link Instalooker.com, kemudian ikuti instruksi selanjutnya dengan mengklik peri

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
metro.co.uk
3 Cara Melihat Postingan Instagram yang Dikunci Tanpa Follow 2021 

TRIBUNJATENG.COM- Media Sosial Instagram memilki privasi yang membuat penggunanya memiliki wewenang siapa saja yang boleh melihat postingannya.

Postingan akun Instagram yang diprivate hanya bisa dilihat oleh pengikut yang diizinkan saja.

Berikut ini adalah cara melihat postingan akun Instagram yang dikkunci yang Tribunjateng.com lansir dari berbagai sumber:

1. Instalooker.com

Situs Instalooker.com bisa membantumu untuk stalking akun Instagram yang dikunci.

Caranya, kamu tinggal buka link Instalooker.com, kemudian ikuti instruksi selanjutnya dengan mengklik perintah SPY.

Selanjutnya kamu akan diminta menyalin kode URL profil akun Instagram yang dikunci tersebut.

Setelah itu, klik continue dan situs Instalooker.com akan membawamu ke profil akun Instagram yang diprivat.

2. Instaspy.net

Saat kamu membuka situs instaspy.net, kamu akan diminta mengetik username akun Instagram yang diprivat tersebut.

Setelah itu tinggal klik Check Username dan selesai.

Lalu yang ketiga,

3. Private Instagram Viewer

Situs https://privatephotoviewer.com/ memiliki kerja yang sama dengan situs instaspy.net,

Saat kamu membuka situs https://privatephotoviewer.com/, kamu akan diminta mengetik username akun Instagram yang dikunci tersebut.

Setelah itu tinggal klik Check Username dan selesai.

Facebook Akan Ubah Nama Resmi Instagram dan WhatsApp

Facebook yang menjadi induk perusahaan dari WhatsApp dan Instagram, akan mengganti nama resmi kedua platform media sosial tersebut.

Pihak Facebook melalui juru bicara resminya pun telah mengonfirmasi kabar penggantian nama resmi WhatsApp dan Instagram ini.

Perubahan nama kedua aplikasi ini pertama kali terendus oleh seorang jurnalis yang berasal dari media ternama, The Information, yang kemudian dikonfirmasi oleh juru bicara Facebook.

Menurut juru bicara Facebook, nama resmi WhatsApp dan Instagram nantinya akan berganti dengan embel-embel kata "from Facebook", di belakang WhatsApp dan Instagram.

Perubahan nama ini ditujukan untuk memperjelas kepemilikan Facebook atas kedua platform tersebut.

"Kami ingin memperjelas produk dan layanan yang merupakan bagian dari Facebook," kata juru bicara tersebut.

Dengan demikian, nama resmi WhatsApp akan berganti menjadi "WhatsApp from Facebook" dan Instagram pun akan berubah nama menjadi "Instagram from Facebook".

Kendati demikian, menurut sumber terdekat, nama WhatsApp dan Instagram yang muncul pada perangkat pengguna akan tetap sama seperti sebelumnya, tanpa penambahan "from Facebook" sebagai nama belakang.

Dikutip KompasTekno dari Tech Crunch, Minggu (4/8/2019), nama baru tersebut akan terpampang di toko aplikasi masing-masing platform (Android/iOS).

Dianggap monopoli
Facebook sendiri beberapa waktu lalu diminta untuk mengurangi dominasinya dengan memisahkan layanan Instagram dan WhatsApp, karena dianggap melakukan praktik monopoli.

Hal tersebut diutarakan oleh salah satu pendiri Facebook, Chris Hughes.

Menurutnya, Komisi Perdagangan AS (FTC) juga mesti menegakkan hukum anti-trust dengan membatalkan akuisisi Facebook atas Instagram dan WhatsApp.

Instagram dan WhatsApp yang bernaung di bawah Facebook memang sama-sama telah meraksasa, sehingga makin mengukuhkan dominasi induknya di ranah sosial.

Publik pun jadi tak punya pilihan lain kecuali menggunakan produk Facebook.

Sebab, tidak ada aplikasi alternatif yang berarti selain milik mereka. Menurut Hughes, “kesalahan terbesar” FTC adalah memberi lampu hijau untuk akuisisi Instagram dan WhatsApp oleh Facebook.

Efeknya buruk buat kompetisi, karena Facebook menjadi terlalu kuat untuk disaingi.

“Kalau tidak mengakuisisi pesaing, Facebook menggunakan monopolinya untuk menggulung kompetitor atau menjiplak teknologi mereka,” imbuh Hughes.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved