Breaking News:

Berita Magelang

Balai Besar POM di Semarang Penyuluhan Keamanan Pangan UMK Lingkungan Candi Borobudur

Balai Besar POM di Semarang memberikan penyuluhan keamanan pangan kepada puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil  (UMK) Pangan Industri rumah tangga

Penulis: hermawan Endra | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Balai Besar POM di Semarang memberikan penyuluhan keamanan pangan kepada puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil  (UMK) Pangan Industr rumah tangga yang berada di lingkungan wisata candi Borobudur, Rabu (29/9).  

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Balai Besar POM di Semarang memberikan penyuluhan keamanan pangan kepada puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil  (UMK) Pangan Industri rumah tangga yang berada di lingkungan wisata candi Borobudur, Rabu (29/9/2021). 

Kepala Balai Besar POM di Semarang, Dra Sandra M.P. Linthin, Apt, M.Kes menjelaskan, upaya ini dilakukan untuk menjamin makanan yang diedarkan di lingkungan candi Borobudur aman dikonsumsi.

Sehingga dengan begitu, konsumen diharapkan tidak ragu membeli. 

Multiplayer affek lainnya adalah diharapkan tingkat kunjungan wisatawan di Candi Borobudur diharapkan ikut meningkat. 

"Harapannya UMKM di sekitaran candi Borobudur dapat tumbuh berkembang dengan tetap memproduksi makanan sehat. Sehingga kemudian wisatawan yang datang tidak ragu untuk membeli makan, " ujarnya. 

Ia mengungkapkan, informasi yang diterima kebanyakan wisatawan yang datang ke Candi Borobudur sudah membawa makanan dari Jogja.

Hal ini tentu berdampak dengan berkurangnya pemasukan yang didapat para pedagang makanan yang berjualan di sekitan Candi Borobudur

"Hari ini kami mengadakan pertemuan lintas sektor antara lain Bapeda Magelang, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM, Balai Konserfasi Candi Borobudur, dan Dinas Pariwisata. Kami duduk bersama berkoordinasi sharing untuk pendampingan desa di sekitaran candi borobudur yang merupakan salah satu destinasi super prioritas,: imbuhnya. 

Peserta penyuluhan merupakan UMK pangan yang berasal dari dua desa di sekitar candi borobudur yakni Desa Kenalan dan Desa Borobudur. Jumlahnya mencapai sekitar 40 pelaku usaha. 

"Penyuluhan kepada UMK Pangan di Desa Kenalan dan Desa Borobudur ini untuk menjadikannya desa pangan aman, yang kulinernya bebas dari bahan berbahaya dan juga penyuluhan cara mengurus izin edar di dinas kesehatan setempat," ujarnya. 

Nantinya di UMK Pangan yang ada di kedua desa ini akan dilakukan stikerisasi sebagai penanda bahwa makanan yang dijual telah terjamin aman dikonsumsi.

Melalui upaya tersebut diharapkan dapat menjamin produk makanan yang dijual sehat, dan wisatawan yang berkunjung pun tidak ragu membeli. 

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved