UIN Walisongo Semarang
Beragam Inovasi Smart and Green Campus di UIN Walisongo Lahir dari Wegreen Faculty Awards 2021
Tim WeGreen melakukan visitasi ke fakultas-fakultas dan pascasarjana di lingkungan UIN Walisongo dari tanggal 13 hingga 17 September 2021.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Tim WeGreen UIN Walisongo Semarang melakukan visitasi ke fakultas-fakultas dan pascasarjana dari tanggal 13 hingga 17 September 2021.
Visitasi ini merupakan rangkaian dari kegiatan Wegreen Faculty Award (WFA) tahun 2021.
Sebelumnya serangkaian kegiatan WFA mulai dari sosialisasi, unggah dokumen, dan monitoring telah dilakukan sejak tanggal 21 Juli 2021. walisongo.ac.id
Rektor Prof Imam Taufiq menyampaikan program ini merupakan komitmen UIN Walisongo Semarang, untuk aktif terlibat dalam pembangunan berkelanjutan lewat implementasi indikator-indikator green campus di setiap fakultas
“Program Walisongo Faculty Award merupakan bagian dari komitmen UIN Walisongo terlibat dalam dalam pembangunan berkelanjutan,” ujar Rektor
“Program ini kami harap tidak hanya menjadi bagian program tahunan saja namun teraktualisasi menjadi etos dan moral warga UIN Walisongo dalam implementasi kampus hijau,” jelas Prof Imam.
Lulu Choirun Nisa’, M.Pd. Sekertaris Tim Wegreen menambahkan program green campus merupakan investasi kampus untuk keberlanjutan universitas di masa depan
“Green campus bukan sekadar mengikuti mode atau tren melainkan perlu dipahami sebagai bentuk investasi untuk keberlanjutan universitas di tahun-tahun mendatang. Green campus menjadi gerakan nyata bagi civitas akademik untuk berkontribusi pada kemanusiaan dan peradaban,” jelas Lulu Choirun Nisa’, M.Pd dalam kunjungan ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
FISIP pada 2021 melakukan sejumlah pengembangan dan peningkatan fasilitas yang menunjang green campus.
Hutan jati yang dulu difungsikan sebagai pembuangan sampah-sampah organik kini diubah menjadi menjadi Student Forest Garden.
Di dalamnya disediakan stage dan gazebo-gazebo yang fungsinya dapat digunakan mengerjakan tugas dan tempat diskusi bagi mahasiswa.
Student Forest Garden tersebut dikelola secara ramah lingkungan yaitu penggunaan energi cahaya menggunakan listrik tenaga surya.
Selain Student Forest Garden, FISIP juga mendirikan composting house untuk mengelola sampah daun, sisa makanan sehat dan limbah cair.
Pada visitasi tim wegreen ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ditunjukkan peningkatan fasilitas di antaranya pengadaan ruang laktasi serta upaya fakultas untuk mendorong dosen, tendik, dan mahasiswa untuk meminimalkan penggunaan kendaraan bermotor.
Di Fakultas Sains dan Teknologi (FST), dilakukan upaya menghijaukan tidak hanya sisi eksterior (ruang terbuka hijau) melainkan juga memaksimalkan penghijauan di bagian dalam gedung perkuliahan (interior). F
ST juga menambahkan sejumlah alat-alat automatisasi untuk penghematan energi.
Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) pada WFA 2021 melakukan sejumlah upaya untuk menunjang ketercapaian green campus terutama di bidang pendidikan.
Di antaranya peningkatan anggaran untuk penelitian berkelanjutan, peningkatan publikasi ilmiah dan peningkatan sejumlah kegiatan kebudayaan yang terkait dengan dakwah untuk melestarikan lingkungan.
Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) melakukan fokus pengembangan pada perbaikan dan peningkatan fasilitas dan alat hemat energy seperti pemasangan panel surya, penggunaan lampu LED, dan pembuatan jendela pada ruangan yang minim cahaya matahari.
FSH juga melakukan rekrutmen Duta Lingkungan dari mahasiswa sebagai upaya mengampanyekan gerakan green campus dan green live kepada mahasiswa.
Tidak kalah menarik, inovasi datang dari Pascasarjana yang melakukan rekayasa teknis penyiraman taman secara otomatis.
Fasilitas penerangan di Pascasarjana juga telah menggunakan lampu hemat energi sebagai upaya efisiensi penggunaan energi
Dalam kunjungan pada hari terakhir, tim wegreen melakukan visitasi ke Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
Dilaporkan bahwa pengadaan panel surya di FITK untuk penggunaan listrik siang hari dapat menghemat daya listrik hingga 2000 watt.
Pengadaan panel surya ini secara bertahap akan dilakukan penambahan dari tahun ke tahun mengingat penghematan listrik menjadi sangat signifikan.
Selain itu, FITK juga melakukan pengadaan alat pengolah sampah plastik menjadi bensin/ solar/minyak tanah.
“Solar yang dihasilkan dari pengolahan sampah plastik ini selanjutnya digunakan untuk mengoperasikan alat pencacah daun. Selanjutnya daun-daun yang sudah tercacah tersebut akan diolah menjadi kompos,” papar tim wegreen FITK.
Kunjungan atau visitasi terakhir yaitu ke Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM).
Dalam rangka WFA 2021, FUHUM mengembangkan fasilitas pengelolaan air limbah dari kamar mandi menjadi air yang dapat digunakan kembali untuk menyiram vegetasi di sekitar fakultas.
FUHUM juga berhasil melakukan upaya pengurangan pengguna kendaraan bermotor sehingga dapat dilakukan pengurangan lahan parkir di gedung O.
“Terima kasih kepada fakultas-fakultas yang telah berikhtiar dan berpartisipasi dalam dimensi penting dari pengelolaan Perguruan Tinggi yaitu upaya pelestarian terhadap lingkungan. Harapannya program ini tidak terbatas dalam rangka lomba saja tapi dapat mewujud menjadi culture dan habit dari dosen, tendik juga mahasiswa,” ungkap Dr. H. M. Mukhsin Jamil, M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga sekaligus ketua Wegreen UIN Walisongo.
Rangkaian kegiatan WFA tahun 2021 ini kemudian akan dilanjutkan dengan penilaian juri dan penentuan pemenang pada Oktober 2021. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kampus-uin-walisongo-semarang-2.jpg)