Breaking News:

PPKM

BERITA LENGKAP : Sejumlah Industri Mulai Terapkan Operasional 100% di Tengah PPKM

Kementerian Perindustrian terus melakukan monitoring aktivitas sektor industri yang beroperasi 100 persen di tengah masih berlakunya Pemberlakuan PPKM

Penulis: iswidodo | Editor: Catur waskito Edy
KOMPAS.com/Yohanes de Britho Neonnub
Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Pusat Perfilman Ismail Usmar, Kuningan, Jakarta, Jumat (27/6/2014). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian terus melakukan monitoring aktivitas sektor industri yang beroperasi 100 persen di tengah masih berlakunya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Langkah ini sekaligus untuk memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin di lingkungan operasional industri.

"Beberapa waktu lalu, kami telah melakukan kunjungan kerja di Jawa Tengah untuk memantau sejumlah sektor industri yang berkategori esensial," kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT), Muhammad Khayam, Selasa (28/9).

Perusahaan yang ditinjau tersebut ialah PT Globalindo Intimates (GI) di Kabupaten Klaten yang merupakan industri garmen, dan PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) di Salatiga mewakili industri alas kaki.

"Pada saat itu, kami berdialog dengan pimpinan perusahaan tentang manfaat dan kendala implementasi kebijakan operasional industri 100 persen," tuturnya.

Menurut dia, kedua perusahaan mengakui adanya kebijakan operasional industri 100 persen sangat tepat dan bermanfaat, karena mereka sedang memacu produktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, khususnya wilayah Eropa dan Amerika.

"Saat ini, PT GI dan PT SCI sedang mendapatkan limpahan order dari Vietnam dan negara kawasan lain yang sedang lockdown akibat pandemi covid-19 gelombang kedua," ungkap Khayam.

Limpahan order tersebut menyebabkan PT GI dan PT SCI akan berproduksi full capacity hingga 2023. Hal itu bahkan membuat kedua perusahaan akan menambah jumlah tenaga kerjanya.

"Jumlah tenaga kerja PT GI saat ini sebanyak 3.800 orang dan akan ditambah menjadi lebih dari 6.000 orang. Sedangkan PT SCI akan menambah tenaga kerja menjadi 9.000 orang dari jumlah existing 5.400 orang," terangnya.

Khayam menjelaskan, sebagaimana amanat Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 juncto No. 5 Tahun 2021 tentang Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19, industri yang beroperasi pada masa PPKM harus menerapkan protokol kesehatan pada operasional produksinya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved